Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus memperkuat pengembangan layanan wisata medis (medical tourism) untuk mendukung sektor pariwisata daerah.
"Langkah itu menjadi bagian penting dalam menunjang sektor pariwisata, khususnya program pariwisata ramah Muslim di Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Direktur Utama RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram dr Hj NK Eka Nurhayati di Mataram, Selasa.
Eka mengatakan RSUD Kota Mataram saat ini menjadi satu-satunya rumah sakit daerah di NTB yang telah memiliki sertifikat medical tourism resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Keberadaan sertifikasi tersebut menegaskan kesiapan rumah sakit, baik dari segi sarana prasarana maupun kualitas sumber daya manusia (SDM) medis yang mumpuni.
Melalui konsep medical tourism, wisatawan atau pasien dari luar daerah dan luar negeri yang datang berobat ke RSUD Kota Mataram juga dapat memberikan dampak ekonomi secara lebih luas.
"Para pendatang tersebut memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung di Mataram, seperti akomodasi hotel dan kebutuhan harian lainnya, yang secara tidak langsung mendatangkan devisa serta menggerakkan perekonomian daerah," katanya.
Bahkan, tim penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026, sudah turun melakukan kunjungan RSUD Kota Mataram pada Kamis, 3 September 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian IMTI 2026 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Bank Indonesia melalui dewan juri Indonesia Muslim Travel Index.
"Penilaian itu bertujuan untuk melihat kesiapan sarana, prasarana, serta layanan pendukung dalam penerapan konsep pariwisata ramah Muslim di rumah sakit," katanya.
Kehadiran fasilitas kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, serta didukung dengan sarana ibadah yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dengan dukungan seluruh sektor, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan, dapat semakin memperkuat posisi Provinsi NTB sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim yang unggul dan berkelas dunia.
"Untuk itu, kami terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026