Nagoya, Jepang (ANTARA) - Lifter Indonesia Rizki Juniansyah dipastikan absen pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).
Dalam pernyataan bersama Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah, Minggu, disebutkan bahwa penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts).
"Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan Dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan," demikian pernyataan bersama tersebut.
Kewajiban keberadaan merupakan ketentuan antidoping yang berkaitan dengan ketersediaan atlet untuk menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi.
PABSI, KOI, dan Rizki menegaskan bahwa penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan antidoping. Pemeriksaan terhadap pokok perkara juga baru akan dimulai.
"Kasus ini tidak berkaitan dengan zat terlarang apa pun," demikian pernyataan bersama tersebut.
Rizki disebut tidak pernah mendapatkan hasil tes doping positif sepanjang karirnya, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhir yang dijalaninya pada Agustus 2026.
Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS dengan dukungan penuh dari PABSI dan KOI.
PABSI, KOI, dan Rizki menyatakan menghormati keputusan CAS serta proses antidoping yang sedang berjalan dan akan bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut.
Sebelumnya, Rizki, yang meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 kelas 73kg disiapkan turun pada kelas 85kg putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rizki Juniansyah dipastikan absen di Asian Games 2026
Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.