REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Indonesia memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari konsumen utama menjadi pemasok global bagi ekonomi syariah internasional. Hal ini didukung oleh pasar halal global yang terus bertumbuh hingga mencapai nilai US$2,6 triliun serta penerimaan luas produk komersial Islam di berbagai negara, menurut Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI Destry Damayanti menyoroti peluang strategis yang muncul dari populasi Muslim global yang mencapai sekitar dua miliar jiwa. Selain itu, permintaan dari konsumen non-Muslim terhadap produk halal juga terus menunjukkan peningkatan signifikan.

"Potensinya memang sangat besar. Apalagi, produk-produk ini juga populer di kalangan non-Muslim jika dilihat dari perspektif universal," ujar Destry saat membuka Java Sharia Economy Festival 2026 di Surabaya, Sabtu.

Destry mencontohkan, ekspor Indonesia di segmen-segmen kunci seperti modest fashion dan makanan halal telah memiliki pijakan yang kuat di pasar negara-negara mayoritas non-Muslim. Beberapa di antaranya adalah Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Peringkat Indonesia di Kancah Global

Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara keseluruhan. Berdasarkan peringkat internasional terbaru, posisi Indonesia sangat kompetitif di berbagai sektor individu.

Rinciannya, Indonesia berada di peringkat ketiga untuk sektor makanan halal, ketiga untuk media dan rekreasi bertema Islam, keempat untuk farmasi dan kosmetik halal, keenam untuk wisata ramah Muslim, dan ketujuh untuk keuangan Islam.

Meskipun kinerja per sektor cukup kuat, Destry mengingatkan bahwa Indonesia harus memperluas integrasi di semua lini vertikal. Hal ini terutama diperlukan pada sektor pariwisata ramah Muslim dan layanan keuangan syariah untuk mengamankan imbal hasil ekonomi yang lebih tinggi.

Persaingan dan Strategi Penguatan Domestik

Seruan untuk memperkuat kapasitas domestik ini muncul di tengah langkah agresif negara-negara tetangga ASEAN yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Negara-negara seperti Thailand dan Filipina secara agresif mulai memposisikan diri sebagai pusat keuangan syariah regional.

Destry menekankan bahwa penguatan sektor keuangan sangat krusial untuk mendukung ekspansi bisnis dan industri halal Indonesia. Ia mencatat, dukungan finansial yang solid akan memastikan kapasitas produksi lokal dan akses pasar mampu mengimbangi lonjakan permintaan global.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara