Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengharapkan agar Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terpilih yang akan mulai menjabat tahun depan dapat melanjutkan agenda reformasi PBB, sebagaimana aspirasi masyarakat global.
“Posisi Indonesia sama dengan negara-negara lain, yaitu mengharapkan agar Sekjen PBB yang baru dapat melanjutkan reformasi PBB,” kata Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang ditemui seusai taklimat media di Jakarta, Kamis.
Indonesia berharap agar Sekjen PBB dapat memimpin reformasi organisasi agar semakin kredibel, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugasnya serta menghadapi tantangan global, ucapnya.
Yvonne berkata Indonesia tidak memiliki preferensi tertentu terhadap seorang calon sekjen maupun asal negara sang calon, terlebih mengingat penentuan Sekjen PBB sendiri ditetapkan oleh Dewan Keamanan.
“Yang terpenting adalah mereka bisa membuktikan diri atas bagaimana visi yang mereka miliki untuk PBB,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan Indonesia tengah menggalang upaya bersama negara-negara sepemikiran untuk menyampaikan pesan bersama kepada Sekjen PBB baru yang akan menjabat mulai 2027.
“Yang ingin disampaikan adalah kami ingin melihat kesenjangan antara komitmen PBB dengan kapasitas yang dimilikinya semakin tipis,” ucap Nabyl.
Hal tersebut amat penting untuk memastikan PBB yang sudah berusia 80 tahun tetap relevan dengan situasi dunia di masa kini. Terlebih, situasi saat ini amat jauh berbeda dengan masa di mana PBB dibentuk pada 1945, kata dia.
Terlepas siapapun yang terpilih nanti, Indonesia akan terus mengusahakan supaya pesan bersama tersebut bisa sampai kepada Sekjen PBB yang baru serta mendorong implementasinya di masa jabat sang sekjen, tambahnya.
Proses pemilihan Sekjen PBB yang baru untuk menggantikan Antonio Guterres sudah dimulai, dengan sekjen yang baru akan memulai jabatan lima tahunnya mulai 1 Januari 2027.
Sesuai Pasal 97 Piagam PBB, sekjen diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan.
Sejauh ini, nama-nama kandidat Sekjen PBB yang mengemuka antara lain mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, mantan Wakil Presiden Kosta Rika Rebeca Grynspan, dan diplomat Argentina Rafael Grossi, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.