Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertemu Menteri Luar Negeri Cili José Francisco Pérez Mackenna guna membahas kerja sama ekonomi terutama dengan mengoptimalkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Cili (Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement/IC-CEPA).

"Indonesia dan Cili sudah memiliki perjanjian dagang IC-CEPA. Hal yang perlu kedua negara lakukan selanjutnya adalah mengoptimalkan perjanjian ini untuk meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar kedua negara," ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Budi menekankan komitmen Indonesia dalam perjanjian IC-CEPA yang terus dirundingkan dan diimplementasikan bertahap.

Indonesia telah mengimplementasikan perjanjian di sektor perdagangan barang pada 2019 dan sektor perdagangan jasa pada 2025.

Indonesia dan Cili pun telah menandatangani pernyataan bersama tentang peluncuran perundingan sektor investasi pada 2024.

"Perundingan dan implementasi IC-CEPA kami lakukan bertahap berdasarkan prioritas. Kami harap, perundingan sektor investasi bisa diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini," kata Budi.

Budi menilai perdagangan Indonesia dan Cili masih memiliki ruang untuk lebih diperluas. Untuk semakin mengoptimalkan perdagangan kedua negara, komunikasi yang erat antara pelaku usaha Indonesia dan Cili pun perlu semakin didukung.

Ia pun mengusulkan pembentukan forum pelaku usaha yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari kedua negara.

Cili menempati posisi ke-46 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dan posisi ke-65 sebagai negara asal impor Indonesia. Sepanjang Januari-Mei 2026, total perdagangan Indonesia dengan Cili tercatat sebesar 226,2 juta dolar AS. Ekspor Indonesia ke Cili tercatat sebesar 179,1 juta dolar AS, kemudian impor Indonesia dari Cili sebesar 47,1 juta dolar AS. Indonesia surplus 132,1 juta dolar AS terhadap Cili.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Cili tercatat sebesar 535,5 juta dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke Cili sebesar 441,5 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Cili sebesar 94,0 juta dolar AS. Indonesia surplus terhadap Cili sebesar 347,5 juta dolar AS.

Sejumlah produk ekspor utama Indonesia ke Cili, yakni mobil dan kendaraan bermotor lainnya, pupuk mineral atau kimia, serta beragam jenis alas kaki. Kemudian, untuk produk yang diimpor Indonesia dari Cili, yakni ikan beku, bubur kayu kimia, pupuk mineral dan kimia, pati, dan anggur.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.