Jakarta -

Pasar true wireless stereo (TWS) di rentang harga Rp1 jutaan semakin ramai. Nothing mencoba tampil beda lewat Nothing Ear (3a), earbuds dengan desain transparan khas, bass bertenaga, ANC hingga 45 dB, dan fitur perekaman audio yang jarang ditemukan di kelasnya.

Nothing Ear (3a) resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp1.699.000. TWS ini menjadi penerus Ear (a) dengan sejumlah peningkatan, termasuk driver lebih besar 12 mm, kemampuan peredam bising yang ditingkatkan, serta penyimpanan internal untuk merekam audio.

Setelah digunakan untuk mendengarkan musik hingga menemani aktivitas sehari-hari, apakah Nothing Ear (3a) layak dibeli?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desain Transparan

Dari sisi desain, Nothing tidak meninggalkan identitas yang sudah melekat pada produk-produknya. Ear (3a) masih mengusung elemen transparan yang membuatnya langsung mudah dikenali.

Nothing menyediakan empat pilihan warna, yakni Black, White, Pink, dan Yellow. Warna terakhir ini yang bertandang ke ruang redaksi detikINET, terlihat mencolok tapi tetap sedap dipandang. Baik Earbuds dan charging case telah mengantongi rating IP54, sehingga cukup tahan menghadapi debu dan percikan air.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Bagian tangkai earbuds menggunakan lapisan transparan yang memperlihatkan sebagian komponen di dalamnya. Earbuds ini cukup ringan dan nyaman digunakan dalam waktu lama.

Kontrolnya menggunakan mekanisme pinch pada tangkai yang terasa responsif. Nothing turut menyediakan eartip ukuran XS sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan fitting yang pas.

Charging case kini bentuknya memadukan persegi dan lebih membulat. Lantaran ukurannya kecil dan tipis memudahkan untuk disimpan di saku.

Pengalaman menyimpan earbuds ke dalam case terasa praktis berkat tanda titik putih dan merah. Titik putih menandai sisi kiri, sementara titik merah untuk sisi kanan-baik di earbuds maupun di dalam case-sehingga posisi tidak tertukar dan pemasangan lebih cepat tanpa harus menebak-nebak.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Di dalam case terdapat barisan tiga lampu LED status yang informatif. Saat sedang diisi ulang, lampu menyala secara berurutan dari bawah ke atas (naik-turun) sebagai indikator proses charging. Saat pairing, lampu berkedip-kedip dengan pola khas (atas-bawah bergantian dengan tengah).

Saat penuh, ketiga lampu menyala stabil, sementara level baterai rendah ditandai dengan pixel bawah berwarna merah. Detail kecil seperti ini membuat interaksi sehari-hari terasa lebih intuitif.

Secara keseluruhan, desainnya stylish dan beda dari mayoritas earbuds murah yang polos. Case tidak bisa dibuka dengan satu tangan sepenuhnya, tapi tetap praktis dibawa di saku.

Audio & ANC

Nothing memberikan peningkatan cukup besar pada sektor audio. Ear (3a) menggunakan dynamic driver 12 mm, naik dari driver 11 mm pada Ear (a). Driver tersebut menggunakan material PMI dan TPU. Nothing mengklaim konfigurasi baru ini mampu memberikan peningkatan bass hingga 5 dB.

Karakter tersebut langsung terasa ketika digunakan mendengarkan musik. Bass menjadi salah satu bagian paling menonjol dari Ear (3a), dengan hentakan yang terasa padat dan bertenaga.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Karakter suara ini cocok untuk musik elektronik, hip-hop, pop, hingga lagu yang memang banyak mengandalkan frekuensi rendah. Namun bagi yang lebih menyukai suara netral, bass bawaan Ear (3a) mungkin terasa terlalu dominan.

Untungnya, karakter suara bisa diutak-atik melalui aplikasi Nothing X. Tersedia equalizer hingga 8-band yang memberikan keleluasaan untuk mengurangi bass atau menyesuaikan frekuensi lain sesuai selera.

Ear (3a) mendukung codec SBC, AAC, dan LDAC, sehingga pengguna perangkat Android yang kompatibel bisa menikmati audio beresolusi lebih tinggi.

Selain kualitas suara, Nothing meningkatkan kemampuan Active Noise Cancellation (ANC). Ear (3a) menawarkan ANC hingga 45 dB.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Kemampuannya cukup efektif untuk meredam suara konstan seperti AC, kipas, atau dengungan kendaraan. Untuk lingkungan yang sangat ramai, masih ada suara yang bisa menembus, sehingga performanya memang belum bisa disamakan dengan TWS flagship yang harganya jauh lebih mahal.

Mode Transparency juga tersedia ketika pengguna ingin tetap mendengar suara di sekitar tanpa harus melepas earbuds.

Nothing turut menyematkan Spatial Audio. Sayangnya, fitur ini bukan daya tarik utama Ear (3a). Hasilnya tidak selalu membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih baik, sehingga kami lebih sering menggunakan mode audio biasa.

Bisa Rekam Panggilan Langsung dari Earbuds

Justru salah satu fitur paling menarik Nothing Ear (3a) bukan berasal dari kualitas suaranya.

Nothing membenamkan penyimpanan internal 32 MB yang memungkinkan earbuds merekam audio secara langsung. Ada dua fitur yang memanfaatkan penyimpanan tersebut, yakni Audio Snapshot dan Call Recording.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Audio Snapshot dapat menyimpan cuplikan audio yang sedang didengarkan hingga sekitar 60 detik. Sementara Call Recording memungkinkan pengguna merekam percakapan telepon hingga sekitar dua jam.

Rekaman kemudian dapat disinkronkan ke aplikasi Nothing X. Fitur ini bisa berguna untuk menyimpan catatan dari rapat, kuliah, wawancara, atau percakapan penting.

Kita bisa melakukan transkripsi dan membuat ringkasannya. Namun kamu musti memperhatikan privasi dan aturan mengenai perekaman percakapan sebelum menggunakan fitur ini.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Baterai

Untuk daya tahan, Nothing Ear (3a) menawarkan hingga 10 jam pemutaran dalam sekali pengisian ketika ANC dimatikan. Jika ANC aktif, angkanya turun menjadi sekitar 6 jam.

Jika digabungkan dengan charging case, total daya tahannya diklaim mencapai 42 jam tanpa ANC atau sekitar 25 jam dengan ANC aktif.

Pengisian dilakukan melalui USB-C dan tersedia fast charging. Pengisian selama lima menit diklaim dapat memberikan sekitar satu jam waktu dengar.

Sayangnya, wireless charging belum tersedia. Namun dengan daya tahan baterai tersebut, absennya pengisian nirkabel bukan kekurangan yang terlalu mengganggu.

Opini detikINET

Dengan harga Rp1.699.000, Nothing Ear (3a) menjadi TWS yang menarik bagi pengguna yang menginginkan sesuatu yang berbeda.

Nothing Ear (3a)Nothing Ear (3a) Foto: Adi FR/detikINET

Desain transparannya tetap menjadi salah satu yang paling mudah dikenali di pasar TWS. Namun Ear (3a) tidak hanya mengandalkan tampilan. Driver 12 mm menghasilkan bass bertenaga, tersedia LDAC, ANC cukup efektif, baterai panjang, serta aplikasi Nothing X dengan pengaturan EQ yang lengkap.

Fitur Audio Snapshot dan Call Recording menjadi bonus yang membuat Ear (3a) semakin berbeda dari banyak pesaing di kelas harga yang sama.

Kekurangannya, karakter bass bawaan mungkin terlalu dominan bagi pencinta suara netral. Spatial Audio juga kurang mengesankan dan wireless charging absen.

Namun jika mencari TWS Rp1 jutaan dengan desain unik, bass nendang, ANC mumpuni, dan fitur yang tidak pasaran, Nothing Ear (3a) layak masuk daftar pilihan.

(afr/afr)


TAGS

LIHAT LAINNYA