Razr Fold adalah ponsel lipat model buku pertama yang dibawa Motorola ke Indonesia. Kameranya juga paling lengkap yang pernah Motorola pasang di hape lipat, tiga lensa 50MP sekaligus, plus warna Pantone yang jadi ciri khas mereka.
Seberapa jauh kamera belakang itu bisa diandalkan buat selfie lewat layar cover? Seberapa asyik mode Photo Booth-nya dipakai kumpul bareng teman?
Saya baru sempat mencoba kameranya secara sekilas, fokus ke mode Photo Booth, selfie lewat cover screen, kamera telefoto, dan hasil jepretan malam hari.
Spesifikasi Tiga Kamera Motorola Razr Fold

Razr Fold mengusung tiga kamera belakang, semuanya beresolusi 50MP: kamera utama Sony LYTIA 828 dengan bukaan f/1.6 dan OIS (stabilisasi optis, meredam guncangan tangan saat memotret atau merekam video), kamera telefoto periskop dengan zoom optik 3x dan OIS, serta kamera ultrawide 122 derajat yang juga berfungsi sebagai makro pada jarak 3,5cm. Kombinasi ini sudah kami rangkum lebih detail di artikel spesifikasi dan harga Razr Fold di Indonesia.
Untuk video, Razr Fold sanggup merekam hingga 8K 30fps dan 4K 60fps dengan dukungan Dolby Vision, cukup untuk konten yang nantinya diedit ulang tanpa kehilangan detail. Berikut hasil foto Motorola Razr Fold langsung dari kamera tanpa penyuntingan.

Difoto dengan kamera utama Motorola Razr Fold, malam hari.

Contoh hasil kamera utama Motorola Razr Fold, malam hari dengan HDR aktif

Difoto dengan kamera Motorola Razr Fold, siang hari.
Aplikasi kamera Razr Fold juga punya beberapa mode warna yang bisa diganti sebelum jepret, salah satunya Natural dan Vivid. Bedanya cukup terasa begitu dua hasil foto ini disandingkan.

Mode warna Natural Style.

Mode warna Vivid Style, disandingkan dengan Natural Style di atas.
Apa Itu Mode Photo Booth di Kamera Motorola Razr Fold?
Photo Booth adalah salah satu mode kreatif di aplikasi kamera Razr Fold yang mengambil beberapa foto secara berurutan dalam interval waktu tertentu, mirip cara kerja bilik foto strip di mal atau acara pernikahan. Menurut pengujian hands-on Tom’s Guide, mode ini duduk berdampingan dengan mode kreatif lain seperti long exposure (pencahayaan panjang untuk efek gerakan cahaya) dan dual-capture video (merekam dari kamera depan dan belakang bersamaan). Tom’s Guide tidak merinci berapa persis jumlah bidikan atau interval waktu yang dipakai Photo Booth, jadi kami tidak akan mengarang angka pastinya di sini. Yang jelas, konsepnya adalah rangkaian bidikan berwaktu yang memberi subjek kesempatan berganti pose di setiap jepretan, lalu hasilnya disusun menyerupai strip foto.
Mode ini masuk akal dipakai untuk momen kumpul santai, foto bareng teman sebelum makan malam, atau konten kasual yang tidak butuh setup kamera terpisah. Karena hasilnya berupa rangkaian pose dalam satu sesi, Photo Booth lebih cocok untuk suasana yang sedikit ramai dan spontan ketimbang potret formal satu bidikan.
Difoto dengan kamera Motorola Razr Fold, dengan mode Photo Booth.
Cara Memotret Selfie Lebih Praktis dengan Cover Screen
Razr Fold sebenarnya sudah punya dua kamera selfie: satu beresolusi 20MP f/2.4 di layar cover 6,6 inci, satu lagi 32MP f/2.4 di pojok kanan atas layar utama 8,1 inci saat ponsel dibuka penuh. Tapi ada cara ketiga yang justru menghasilkan kualitas lebih tinggi dari keduanya, memakai kamera belakang sebagai kamera selfie lewat layar cover sebagai viewfinder eksternal. Konsepnya mirip cara kerja cover screen di Galaxy Z Flip, hanya saja diterapkan pada bentuk lipat model buku seperti Razr Fold.
Begini caranya:
1. Lipat Razr Fold sampai tertutup penuh, jangan dibuka seperti biasa untuk memotret.
2. Buka aplikasi Kamera dari layar cover, biasanya lewat shortcut ikon kamera atau tap dua kali tombol daya tergantung pengaturan yang aktif.
3. Layar cover otomatis menampilkan preview langsung dari kamera belakang, bukan dari kamera selfie 20MP.
4. Atur framing sambil melihat pratinjau di layar cover, lalu jepret memakai tombol volume atau tap di layar seperti mode kamera biasa.
5. Kalau perlu jarak lebih jauh untuk foto grup, geser ke lensa ultrawide 122 derajat langsung dari panel pilihan lensa yang tetap muncul di layar cover.
Hasilnya, selfie yang diambil datang dari sensor 50MP dengan OIS, bukan dari sensor 20MP atau 32MP yang notabene beresolusi lebih rendah dan tanpa stabilisasi optis. Detail dan performa cahaya rendah pun ikut terangkat karena memakai sensor kamera utama.
Lalu kapan sebaiknya tetap pakai kamera selfie bawaan? Kamera 32MP di layar utama lebih praktis untuk video call atau selfie cepat saat ponsel sudah terbuka, sementara kamera 20MP di cover screen jadi jalan tengah kalau ponsel tertutup tapi tidak sempat mengatur framing lewat kamera belakang. Cover-screen-as-viewfinder lebih pas dipakai saat ada waktu sedikit lebih longgar dan hasil foto memang jadi prioritas, misalnya swafoto liburan atau konten yang mau diunggah.
Sekilas soal Desain, Performa, dan Value
Dari sisi build, Razr Fold punya ketebalan bodi 4,6mm saat dibuka dan 9,9mm saat dilipat, dengan engsel teardrop berbahan stainless steel dan pelat titanium di belakang layar utama untuk menahan lipatan berulang. Layarnya memakai Corning Gorilla Glass Ceramic yang menurut klaim Motorola tahan banting 75 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya, ditambah sistem pendingin cairan (liquid cooling) untuk menjaga suhu saat dipakai lama. Detail lengkap desain ini pernah kami bahas saat Razr Fold pertama kali diperkenalkan di ajang Mobile World Congress, lihat liputan kami dari MWC 2026 dan perkenalan awal Razr Fold di sini.
Satu hal yang perlu digarisbawahi soal spesifikasi memori. Unit Indonesia resmi memakai RAM 12GB dengan fitur RAM Boost, sementara unit global yang diuji Tom’s Guide memakai RAM 16GB, bobot 243 gram, dan sertifikasi tahan air debu IP48/IP49. Sertifikasi IP untuk unit Indonesia sendiri belum direstate ulang secara terpisah oleh sumber resmi lokal, jadi kami mengaitkan angka RAM 16GB dan rating IP itu ke unit global, bukan ke unit yang beredar resmi di Indonesia. Kalau kamu beli unit Indonesia, patokan RAM yang benar adalah 12GB.
Soal performa, Razr Fold mengandalkan chipset (prosesor utama) Snapdragon 8 Gen 5, satu tingkat di bawah Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipakai flagship kelas atas seperti Galaxy S26 Ultra. Menurut pengujian Tom’s Guide, kombinasi chipset ini dengan sistem pendingin cairan membuat gaming dan multitasking hingga 4 aplikasi sekaligus tetap lancar dengan animasi mulus di kedua layar. Untuk baterai, Razr Fold membawa unit 6.000 mAh berbahan silicon-carbon dengan pengisian cepat TurboPower 80W, wireless 50W, dan reverse wireless 5W. Pengujian drain baterai Tom’s Guide mencatat daya tahan 14 jam 44 menit, lebih lama dibanding Galaxy Z Fold7 yang mencatat 10 jam 55 menit di pengujian yang sama.
Untuk harga, Razr Fold dijual resmi di Indonesia dengan harga normal Rp29.999.000, sempat ada harga pre-order Rp25.499.000 pada periode promo 13 hingga 20 Juli 2026 yang kini sudah lewat. Razr Fold tersedia lewat Shopee, Erafone, dan Digiplus dalam dua pilihan warna, Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Rincian harga dan promo lengkapnya ada di artikel spesifikasi dan harga resmi Razr Fold.

Difoto dengan kamera Motorola Razr Fold, siang hari dengan HDR aktif. Kredit: yangcanggih.com
Kesimpulan
Razr Fold menjadikan bentuk lipatnya sebagai alat kerja kamera, bukan sekadar gimmick desain. Cover screen sebagai viewfinder untuk selfie kamera 50MP dan mode Photo Booth untuk konten santai bareng teman adalah dua fitur kamera yang paling relevan dipakai sehari-hari dari ponsel ini. Soal harga, Razr Fold dibanderol Rp29.999.000 di Indonesia lewat Shopee, Erafone, dan Digiplus, dan RAM unit resminya 12GB, bukan 16GB seperti unit global yang diuji media luar negeri.
FAQ
Apakah mode Photo Booth ada di semua mode kamera Motorola Razr Fold?
Tidak. Photo Booth adalah salah satu mode kreatif terpisah di aplikasi kamera Razr Fold, sejajar dengan mode long exposure dan dual-capture video, bukan pengaturan default. Menurut hands-on Tom’s Guide, mode ini harus dipilih manual dari daftar mode kamera sebelum memotret rangkaian foto bergaya photo booth.
Berapa RAM unit Motorola Razr Fold yang resmi dijual di Indonesia?
Unit resmi Indonesia memakai RAM 12GB dengan fitur RAM Boost, berbeda dari unit global yang diuji Tom’s Guide dengan RAM 16GB. Kalau kamu membeli lewat jalur resmi Indonesia seperti Shopee, Erafone, atau Digiplus, patokan yang berlaku adalah 12GB, bukan 16GB.
Kenapa Motorola Razr Fold punya dua kamera selfie sekaligus?
Razr Fold punya kamera 20MP di layar cover 6,6 inci dan kamera 32MP di layar utama 8,1 inci karena kedua layar bisa dipakai terpisah tergantung ponsel dilipat atau dibuka. Selain dua kamera itu, layar cover juga bisa menampilkan preview dari kamera belakang 50MP untuk hasil selfie dengan kualitas lebih tinggi.
Apa bedanya selfie lewat cover screen dengan selfie kamera depan biasa di Razr Fold?
Selfie lewat cover screen memakai sensor kamera belakang 50MP dengan OIS sebagai sumber gambar, sementara selfie kamera depan biasa memakai sensor 20MP di layar cover atau 32MP di layar utama tanpa OIS. Hasilnya, foto lewat cover screen umumnya lebih detail dan lebih stabil di kondisi cahaya rendah.
Apakah Motorola Razr Fold cocok untuk konten kamera dan bukan cuma desain lipat?
Cocok, terutama karena tiga kamera belakang 50MP-nya bisa dipakai lewat cover screen untuk selfie berkualitas tinggi, ditambah mode Photo Booth untuk konten santai. Motorola sendiri mengklaim sistem kamera Razr Fold meraih Gold Label DXOMARK dan peringkat pertama kategori ponsel lipat, meski klaim ini perlu dibaca sebagai pernyataan resmi brand, bukan hasil uji independen.