Kamis, 20 Agustus 2026, 10:16 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan presiden tidak melupakan kondisi masyarakat yang menjadi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Diketahui, wilayah itu dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Purbaya mengatakan ada pesan khusus dari Presiden Prabowo. Kepala negara disebutnya secara khusus menitipkan salam kepada masyarakat sebelum dirinya berangkat menuju lokasi bencana.

Baca Juga: Di Balik Kemesraan Prabowo, Jokowi dan Gibran, Perbedaan Warna Politik Disinggung PAN

"Saya sempat bilang saya mau ke sini, beliau bilang 'titip salam untuk seluruh masyarakat di sini'. Jadi Bapak Presiden tidak melupakan seluruh kondisi masyarakat yang ada di sini," ujar Purbaya, dikutip Kamis (20/8/2026).

urbaya menyebut pemerintah tidak hanya memantau kondisi masyarakat dari Jakarta. Mereka juga menyiapkan dukungan anggaran sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Adapun Kemenkeu Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut antara lain 380 lembar selimut, 81 terpal, 200 pakaian, 4.600 kilogram beras, 210 liter minyak goreng, dan 2.740 kilogram gula pasir.

Selain itu, bantuan yang dikirim mencakup 225 dus susu, 150 dus mi instan, 300 papan telur, 200 dus makanan ringan, serta 540 dus air mineral.

Kemenkeu Peduli juga menyediakan kebutuhan sehari-hari lainnya, mulai dari kopi dan teh, sereal, sabun, popok, pembalut, pasta gigi, handbody, bumbu dapur, hingga kecap dan saus.

Total nilai bantuan tersebut berdasarkan angka yang tercantum mencapai Rp565.202.500 atau sekitar Rp565,2 juta, bukan Rp565,2 miliar sebagaimana tertulis dalam keterangan awal. Bantuan itu merupakan bentuk gotong royong pegawai Kementerian Keuangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada tahap awal penanganan bencana.

"Ini baru bantuan dari Kemenkeu Peduli, dari orang-orang Kementerian Keuangan. Kita melihat seperti apa kebutuhan di sini. Nanti kalau anggaran, yang lebih besar," ujar Purbaya.

Selain bantuan langsung, pemerintah memastikan kebutuhan pembiayaan penanganan bencana dapat dipenuhi melalui APBN.

Purbaya menegaskan pemerintah akan menyediakan dukungan anggaran berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dipastikan tidak mengalami kendala pembiayaan dalam menjalankan tugasnya.

"Yang jelas, dari kami menyiapkan dana yang cukup sehingga mereka kinerjanya tidak terganggu. Kalau nanti membutuhkan tambahan, kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita utamakan," tegas Menkeu.

Baca Juga: Dokter Tifa Anggap Kasus Ijazah Jokowi Sudah Berakhir: Saya Ini Eks Terdakwa dan Mantan Tersangka...

Diketahui, Gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 membuat pemerintah menjalankan penanganan secara bertahap. Prioritas utama diarahkan pada keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan wilayah terdampak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.