Ambon (ANTARA) - Personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Maluku bergerak cepat memadamkan kebakaran di sekitar depan Mako Kompi 3 Batalyon A Pelopor, Namlea, Kabupaten Buru.
“Respons cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar,” kata Komandan Kompi (Danki) 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku AKP Robby Sinay di Ambon, Rabu.
Sebanyak 30 personel Kompi 3 Batalyon A Pelopor dikerahkan di bawah pimpinan Komandan Kompi (Danki) 3 Batalyon A Pelopor AKP Robby Sinay.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 18.20 WIT dengan mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) serta sejumlah peralatan pendukung yang tersedia di lapangan.
Personel langsung melakukan pengendalian terhadap titik api agar kobaran tidak berkembang. Setelah sekitar satu jam penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 19.25 WIT.
Proses pendinginan dan memastikan kondisi di lokasi aman kemudian dilakukan hingga pukul 19.35 WIT. Setelah penanganan, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Ia mengatakan pengerahan personel dilakukan sebagai bentuk respons cepat setelah menerima informasi adanya kebakaran.
“Begitu mengetahui adanya kebakaran, personel langsung kami kerahkan untuk melakukan pemadaman. Prioritas kami adalah mengendalikan api secepat mungkin agar tidak meluas dan memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman,” ujarnya.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi penting karena api berpotensi cepat menyebar apabila berada di kawasan dengan vegetasi atau material yang mudah terbakar.
“Kami akan terus menyiapkan personel untuk merespons setiap situasi yang membutuhkan penanganan cepat. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembakaran yang tidak terkendali,” katanya.
Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Tedy Purnanto mengatakan kesiapsiagaan personel bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Satbrimob Polda Maluku selalu menyiagakan personel dan sarana untuk mendukung penanganan berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat, termasuk kebakaran. Prinsipnya, setiap potensi kebakaran harus ditangani sedini mungkin agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran, terutama dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Pencegahan jauh lebih penting. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran. Kecepatan informasi akan sangat membantu kecepatan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Polda Maluku memastikan kesiapsiagaan personel akan terus diperkuat untuk menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di wilayah Maluku.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.