Dian Eko Prasetio
| 18 Oktober 2026, 20:39 WIB

Kontingen Indonesia yang ikut ambil bagian dalam defile upacara pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Minggu (18/10/2026) malam. NPC INDONESIA.
AKURAT.CO, Gelaran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 resmi dibuka secara megah dan sarat makna di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Minggu (18/10/2026) malam.
Upacara pembukaan yang disaksikan langsung oleh Yang Mulia Kaisar Jepang Naruhito ini mengusung konsep utama "We Are Beautiful Individuals" yang menegaskan bahwa keunikan setiap individu melampaui batas disabilitas, kebangsaan, dan budaya.
Ajang multievent olahraga disabilitas terbesar se-Asia ini mengukir sejarah baru lantaran untuk pertama kalinya diselenggarakan di Negeri Sakura. Antusiasme publik bahkan sudah bergelora sejak pukul 16.00 waktu setempat.
Sebelum seremoni dimulai, puluhan ribu penonton di tribun diajak berlatih yel-yel sambutan "HEE-HEE!" bersama maskot resmi 'UZUMIN' dan mantan atlet seluncur indah profesional, Murakami Kanako, untuk memompa gairah stadion.
Baca Juga: Asian Para Games: Atlet Indonesia Siap Tampil Elegan dengan Batik Sekar Karya Ivan Gunawan di Upacara Pembukaan
Tepat pukul 18.00 JST, suasana berubah khidmat saat Kaisar Naruhito bersama Pangeran dan Putri Mahkota Akishino serta Presiden Asian Paralympic Committee (APC), Majid Rashed, memasuki Presidential Box.
Bendera nasional Jepang kemudian dibawa oleh enam pahlawan olahraga disabilitas, termasuk ahli prostetik Fumio Usui, sebelum dikibarkan oleh Angkatan Bela Diri Jepang.
Kontingen Indonesia Tampil Anggun dan Elegan di Pembukaan Asian Para Games
Parade defile diikuti oleh 45 kontingen negara yang melewati Welcome Gate. Kontingen Indonesia, yang diwakili 47 peserta dari unsur atlet, pelatih, dan tim Chef de Mission (CdM), sukses mencuri perhatian publik dengan balutan busana batik Sekar Jagat dan aksen "Vijaya" rancangan desainer kenamaan Ivan Gunawan.
Pertunjukan seni bertajuk The Festival of Flame karya sutradara Kaiji Moriyama kian menghidupkan suasana. Kemunculan Oni (makhluk mitologi tradisional Jepang) dari Festival Oni Toyohashi dan Kuil Takisanji yang menyucikan bumi dengan tabuhan genderang serta tepung putih suci menghadirkan atmosfer magis di dalam arena.
Presiden Panitia Penyelenggara (AINAGOC), Hideaki Ohmura, menekankan pentingnya penyelenggaraan ini setelah Paralimpiade Tokyo 2020 sebelumnya terpaksa digelar tanpa penonton.
"Pada Asian Para Games, kami mengusung slogan 'Imagine One Heart'. Slogan ini mengemban cita-cita dan harapan agar kita dapat merasakan perasaan penuh semangat dari setiap para atlet, sehingga pada akhirnya semua orang dapat menyatukan hati," ujar Hideaki Ohmura.