1. Siapkan pisang

Kupas pisang, kemudian potong menjadi dua bagian. Pisang dapat dipotong menyerong agar bentuknya lebih menarik dan ukurannya mudah disesuaikan dengan kulit molen.

Pilih pisang yang sudah matang sehingga rasanya manis, tetapi tidak terlalu lembek. Pisang yang terlalu matang cenderung lebih sulit dibungkus karena mudah hancur ketika ditekan atau dililit kulit.

Setelah dipotong, sisihkan pisang terlebih dahulu. Jangan mencampurnya dengan bahan lain agar permukaannya tidak terlalu basah.

2. Campurkan bahan kering

Masukkan tepung terigu protein rendah, tepung maizena, tepung kanji, gula halus, vanili bubuk, dan garam ke dalam wadah. Aduk seluruh bahan kering hingga tercampur rata.

Penggunaan tepung terigu protein rendah membantu menghasilkan tekstur kulit yang lebih ringan. Maizena juga dapat membantu memberikan karakter renyah pada hasil akhir, sedangkan tepung kanji memberikan sedikit elastisitas pada adonan.

Pastikan gula halus tersebar merata agar rasa manis pada kulit tidak terkumpul di satu bagian.

3. Masukkan margarin dan kuning telur

Tambahkan margarin ke dalam campuran tepung, lalu aduk atau remas menggunakan ujung jari hingga teksturnya menyerupai remah-remah halus.

Setelah itu, masukkan kuning telur dan aduk kembali sampai tercampur. Margarin memberikan rasa gurih sekaligus membantu membentuk tekstur kulit yang lebih renyah setelah digoreng.

Jangan langsung menuangkan seluruh air. Tambahkan sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk agar jumlah cairan dapat disesuaikan dengan kondisi tepung.

4. Uleni sampai kalis

Tuangkan air secara bertahap sambil adonan diuleni. Hentikan penambahan air ketika adonan sudah menyatu dan dapat dibentuk.

Adonan tidak harus terlalu lembek. Justru adonan yang terlalu basah akan lebih sulit ditipiskan dan berpotensi menghasilkan kulit yang kurang renyah.

Uleni sampai adonan terasa cukup kalis dan permukaannya lebih halus. Setelah itu, bulatkan adonan dan tutup menggunakan plastik atau kain bersih.

Diamkan selama sekitar 30 menit. Tahap istirahat ini membantu adonan menjadi lebih mudah digiling atau ditipiskan.

5. Tipiskan adonan

Setelah diistirahatkan, ambil sebagian adonan lalu pipihkan. Pada referensi Cookpad, adonan awal dipipihkan sekitar 1 cm sebelum dipotong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, setiap potongan kembali ditipiskan sampai benar-benar tipis.

Anda dapat menggunakan rolling pin atau gilingan mi untuk mendapatkan ketebalan yang lebih seragam. Jika menggunakan gilingan mi, ketebalan sekitar 2 mm dapat menjadi patokan.

Jangan membuat kulit terlalu tebal karena lapisan adonan yang tebal dapat membuat molen kurang garing. Sebaliknya, kulit yang terlalu tipis juga harus ditangani dengan hati-hati agar tidak mudah robek saat membungkus pisang.

Setelah adonan dipotong, tutup kembali bagian yang belum digunakan supaya tidak cepat kering.

6. Bungkus pisang

Ambil satu potong adonan yang sudah ditipiskan. Letakkan satu potong pisang di atasnya, kemudian lilitkan adonan hingga seluruh permukaan pisang tertutup.

Usahakan lilitan sedikit bertumpuk agar tidak terdapat celah besar di antara kulit. Tekan bagian ujung kulit agar menempel dan tidak mudah terbuka ketika terkena minyak panas.

Jangan membungkus pisang terlalu longgar. Kulit yang longgar dapat terlepas ketika digoreng dan membuat bentuk molen kurang rapi.

Ulangi proses ini sampai seluruh potongan pisang dan adonan kulit habis.

7. Goreng dengan minyak yang cukup

Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak menggunakan api sedang. Masukkan beberapa pisang molen secara perlahan agar minyak tidak memercik.

Jangan memasukkan terlalu banyak molen sekaligus. Wajan yang terlalu penuh dapat membuat suhu minyak turun sehingga kulit menyerap lebih banyak minyak dan hasilnya menjadi kurang renyah.

Goreng sambil sesekali dibalik sampai kulit berubah menjadi kuning keemasan dan terasa garing. Setelah matang, angkat dan tiriskan.

Biarkan pisang molen beberapa saat agar minyak berlebih turun. Setelah itu, sajikan selagi hangat.