Rektor Undana Besuk Mahasiswi di RS, Pastikan Hak Akademik Dikawal hingga Lulus

Selasa, 4 Agustus 2026 10:37 WIB

Image Print

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale di wawancara saat menjenguk mahasiswi Jessica di RS Wira Sakti. ANTARA/Ho-Undana

Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung. Kami sudah bertemu keluarga dan Jessica

Kupang (ANTARA) - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., membesuk mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo, yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Wirasakti Kupang, serta memastikan kampus mengawal pemulihan kesehatan dan penyelesaian studinya hingga lulus.

Jessica, mahasiswi semester X FKM Undana, menjalani perawatan setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Peristiwa itu disebut berkaitan dengan persoalan akademik yang masih dalam proses klarifikasi oleh pihak universitas.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. dr. Annytha I.R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan.

"Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung. Kami sudah bertemu keluarga dan Jessica. Saat ini yang utama adalah fokus pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya," kata Jefri.

Menurut dia, berdasarkan kondisi yang dilihat langsung di ruang perawatan, Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan medis beberapa hari terakhir.

"Kami tentu bukan tenaga kesehatan, tetapi dari penyampaian Jessica sendiri, kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding beberapa hari lalu. Meski masih membutuhkan perawatan lanjutan, perkembangan ini menjadi kabar baik. Yang terpenting sekarang adalah memastikan ia dapat pulih dengan tenang," ujarnya.

Ia mengatakan setelah Jessica dinyatakan pulih, rektorat bersama fakultas dan program studi akan mengawal proses penyelesaian proposal hingga skripsinya agar dapat berjalan sesuai ketentuan. Kampus juga akan mengevaluasi prosedur akademik guna mencegah kejadian serupa.

"Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sempat berkomunikasi melalui panggilan video untuk menanyakan kondisi Jessica dan memberikan dukungan agar ia segera pulih serta dapat menyelesaikan studinya," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan universitas menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran etika di lingkungan kampus.

"Undana tidak memberikan toleransi terhadap kekerasan ataupun pelanggaran dalam bentuk apa pun. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat," katanya.

Ia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim internal menyelesaikan proses pemeriksaan sehingga persoalan tersebut dapat ditangani secara objektif dan berkeadilan.

Di sisi lain, Dekan FKM Undana Prof. Apris Adu mengatakan kampus juga menyiapkan pendampingan psikologis melalui Program Studi Psikologi setelah kondisi medis Jessica dinyatakan membaik.

Menurut dia, klarifikasi terkait persoalan akademik yang menjadi perhatian publik masih berlangsung karena pihak-pihak terkait belum seluruhnya dapat dimintai keterangan.

Undana mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar sebelum hasil pemeriksaan internal diumumkan secara resmi. Langkah tersebut, menurut pihak universitas, merupakan bagian dari komitmen menjaga iklim akademik yang sehat sekaligus memastikan hak-hak mahasiswa tetap terlindungi.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.