Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (Uinsu) Nurhayati mengatakan ilmu tidak boleh berhenti hanya sebagai pengetahuan, tetapi harus tumbuh menjadi gagasan, karya, dan tindakan yang memberi arti.
"Gelar dan ilmu yang disandang seorang alumnus perguruan tinggi membawa konsekuensi moral untuk hadir sebagai insan yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," katanya di Medan, Minggu.
Ia mengatakan ukuran keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan yang diraih, seberapa besar penghasilan yang diperoleh, atau seberapa luas ruang yang ditempati.
Keberhasilan seseorang pada akhirnya diukur dari seberapa besar keberadaan menghadirkan manfaat. Ilmu yang dimiliki harus mampu menjawab persoalan, keahlian yang dikuasai harus mampu menghadirkan solusi, integritas dibangun harus mampu melahirkan kepercayaan.
"Dan keberhasilan yang diraih harus mampu membuka jalan bagi keberhasilan orang lain. Inilah makna alumni perguruan tinggi berdampak," katanya.
Ia juga menyampaikan Indonesia tidak kekurangan orang pintar, yang diperlukan adalah manusia berilmu yang memiliki kepedulian, integritas, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kesediaan menghadirkan solusi.
Ia menjelaskan transformasi digital, kecerdasan artifisial, perubahan ekonomi, dinamika sosial, perubahan lingkungan, perkembangan industri, serta kompetisi global telah menciptakan peluang sekaligus tantangan baru.
Dalam keadaan seperti itu, mahasiswa yang baru menyelesaikan studi nantinya tidak cukup hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus mampu berkembang menjadi inovator, kolaborator, bahkan menciptakan pekerjaan.
"Jangan bertanya di mana saya akan bekerja. Tetapi mulailah bertanya persoalan apa yang dapat saya selesaikan dengan ilmu yang saya miliki. Jangan hanya mencari ruang untuk berkembang. Ciptakan pula ruang agar orang lain dapat berkembang bersama saudara. Maka di situlah ilmu menemukan maknanya," katanya.
Pewarta: Juraidi
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.