Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid mengambil sikap terkait Alvaro Carreras. Meski ada rumor bakal dijual ke Chelsea musim panas ini, Los Blancos memutuskan bakal mempertahankannya di Santiago Bernabeu.

Kedatangan pelatih baru Jose Mourinho membawa perubahan besar dalam skuad Real Madrid. Raksasa Spanyol itu membenahi lini belakang, termasuk sektor kiri, dengan mendatangkan Marc Cucurella dari Chelsea senilai 51 juta euro. 

Kedatangan pemain timnas Spanyol itu memunculkan spekulasi terkait masa depan Alvaro Carreras. Posisinya dipastikan tergusur sehingga menit bermainnya bakal berkurang.

Meski begitu, Real Madrid tidak akan melepas mantan pemain Benfica tersebut.

Jadi Pelapis Marc Cucurella

Timnas Spanyol vs Prancis

Perbesar

Pemain depan Prancis #07, Ousmane Dembele, melepaskan tembakan melewati pemain bertahan Spanyol #24, Marc Cucurella, selama pertandingan semifinal UEFA Nations League antara Spanyol dan Prancis di Stuttgart, Jerman barat daya, Jumat dini hari WIB (6-6-2025). (FRANCK FIFE/AFP)

Laporan menyebutkan pemain berusia 23 tahun itu dipertahankan sebagai pelapis Marc Cucurella. Real Madrid memilih melego bek kiri lain yakni Fran Garcia, dengan Ferland Mendy masih menghilang akibat cedera.

Sebelumnya Carreras dilaporkan berpotensi dilepas ke Chelsea yang membutuhkan bek kiri anyar sebagai pengganti Cucurella. Pelatih baru Chelsea Xabi Alonso juga sudah tahu kapasitas Carreras selama bekerja di Real Madrid musim lalu.

Alasan Real Madrid Tidak Melepas

Valencia vs Real Madrid

Perbesar

Selebrasi Kylian Mbappe dan Alvaro Carreras dalam laga Valencia vs Real Madrid di Liga Spanyol, Senin (9/2/2026). (AP Photo/Francisco Macia)

Performa Carreras bersama Real Madrid belum impresif seperti saat masih membela Benfica. Tetapi, Real Madrid masih percaya potensi Carreras yang melakoni 40 pertandingan di seluruh kompetisi musim lalu.

Dari total tersebut, 38 pertandingan di antaranya sebagai starter. Ia juga berhasil mencetak dua gol dan tiga assist sepanjang musim. 

Baru berusia 23 tahun, pemain asal Spanyol tersebut memiliki waktu untuk terus berkembang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Ketika Erling Haaland Dibuat Mati Kutu oleh Inggris