Depok (ANTARA) - Kredit Pintar menghadirkan KP on the Ground (KPOTG), sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-9 perusahaan bertajuk #Gemilan9 di Car Free Day Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat.

Data terbaru Kredit Pintar menunjukkan bahwa warga Depok semakin percaya diri dalam mengakses kredit formal.

Sejak Januari hingga Agustus 2026, Kredit Pintar telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp147,8 miliar di Depok, menyumbang 7,2 persen dari total penyaluran di Jawa Barat. Hal ini mencerminkan budaya meminjam yang semakin matang.

Melalui KPOTG, Kredit Pintar berupaya mengajak masyarakat mengambil keputusan finansial secara bijak, serta menanamkan pemahaman mengenai responsible borrowing.

Aktivasi ini juga dirancang untuk menciptakan interaksi yang positif dan menyenangkan antara Kredit Pintar dan masyarakat, tidak hanya sebatas transaksi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan mengelola keuangan yang lebih sehat.

Head of Business and Operations, Irgo Bachtiar, menyampaikan dalam keterangannya, Senin mengatakan usia yang ke-9 ini, kami ingin merayakannya dengan cara yang bermakna, yaitu turun langsung dan hadir lebih dekat dengan masyarakat.

KP on the Ground adalah wujud nyata komitmen kami agar literasi keuangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat melalui cara yang ringan, interaktif, dan menyenangkan.

Irgo menambahkan bahwa pemilihan Kota Depok bukan tanpa alasan. Data internal menunjukkan bahwa warga Depok semakin percaya diri dalam mengakses kredit formal, dengan permintaan pinjaman yang stabil dari bulan ke bulan.

Sejak Januari hingga Agustus 2026, Depok telah menerima pinjaman sebesar Rp147,8 miliar, menyumbang 7,2 persen dari total penyaluran di Jawa Barat.

Sementara itu, Puji Sukaryadi, Brand & Communications Head, Sementara itu, Puji Sukaryadi, Brand & Communications Head, menjelaskan bahwa perayaan #Gemilan9 menjadi momentum bagi Kredit Pintar untuk menegaskan kembali perannya bukan sekadar penyedia akses pendanaan, melainkan juga mitra masyarakat dalam mengambil keputusan finansial yang bertanggung jawab. 

Akses pendanaan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih bermakna untuk mendukung berbagai kebutuhan dan rencana masyarakat, mulai dari modal usaha, pendidikan, kebutuhan wisata, hingga kebutuhan produktif dan investasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka. 

"Sembilan tahun perjalanan Kredit Pintar tidak lepas dari kepercayaan masyarakat. KPOTG adalah salah satu cara kami berterima kasih, sekaligus mengingatkan bahwa pinjaman yang pintar adalah pinjaman yang sesuai kebutuhan dan kemampuan,” ujar Puji.
Rangkaian KPOTG diisi dengan sesi Gemilan9 Talk bertema “Pinjaman Pintar, untuk pengguna Pintar!” menghadirkan David Wijaya, seorang content creator yang terkenal aktif membuat konten edukasi finansial, sebagai narasumber tamu, dipandu oleh MC Sastra Kallingga.

Diskusi mengangkat topik-topik yang dekat dengan keseharian masyarakat, mulai dari kebiasaan mengatur keuangan, kesalahan finansial dan pelajaran yang didapat, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga cara mengambil keputusan finansial yang lebih bijak.

“Setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda. Yang penting adalah kita lebih sadar terhadap keputusan yang kita ambil dan menyesuaikannya dengan kemampuan kita,” ujar David Wijaya, berbagi pengalaman pribadinya seputar kebiasaan dan kesalahan finansial.

Selain talkshow, pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam Financial Quiz seputar literasi keuangan, kebutuhan dan keinginan, serta responsible borrowing, dengan pertanyaan-pertanyaan ringan dan mudah dipahami seperti kebiasaan belanja saat kencan hingga cara mengelola uang gajian.

Ada pula sesi “Curhat dong Kep”, di mana pengunjung berbagi cerita mengenai kondisi finansial yang pernah mereka hadapi. Setiap partisipan pada kedua aktivitas ini berkesempatan membawa pulang merchandise dari Kredit Pintar.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.