- Penulis, Merlyn Thomas
- Peranan, Koresponden BBC Verify
- Penulis, Maryam Ahmed
Telah diterbitkan 2 jam yang lalu
Waktu membaca: 11 menit
BBC Verify telah mengidentifikasi 254 serangan yang melukai atau menewaskan warga di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon dengan terduga pelaku dari militer Israel. Mereka mengklaim menyelidiki berbagai peristiwa itu, tapi tak pernah mengumumkan hasilnya kepada publik.
Dengan menggunakan perangkat kecerdasan buatan yang dirancang khusus, BBC Verify menelusuri lebih dari 60.000 laporan berita dan memeriksa ratusan peristiwa di mana Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghadapi tuduhan melakukan tindakan mematikan sejak 7 Oktober 2023.
Setelah melakukan pengecekan manual yang ekstensif terhadap setiap peristiwa tersebut, kami menemukan 300 kasus yang menurut militer Israel sedang diselidiki, tapi hanya 28 di antaranya yang hasilnya dipublikasikan di situs milik IDF.
Dari 300 kasus tersebut, terdapat 18 kasus yang tidak jelas, apakah benar-benar telah diinvestigasi hingga tuntas oleh IDF.
BBC Verify telah menghubungi IDF beberapa kali mengenai setiap kasus, tapi hanya menerima tanggapan terkait dua kejadian, yang mereka klaim masih dalam proses peninjauan.
"IDF menanggapi setiap tuduhan atau laporan yang menimbulkan kekhawatiran tentang perilaku yang mungkin tidak sesuai dengan hukum atau arahan IDF dengan sangat serius," demikian pernyataan IDF.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC), yang bekerja di zona perang untuk menegakkan Konvensi Jenewa, menerbitkan pedoman bahwa investigasi terhadap potensi pelanggaran hukum humaniter internasional, baik pidana maupun lainnya, harus dilakukan setransparan mungkin.
Dari 254 peristiwa yang diidentifikasi oleh BBC Verify, 158 di antaranya terjadi di Gaza, 48 di Tepi Barat, dan 32 di Lebanon.
Sebanyak 16 kejadian lainnya terjadi di Israel atau di tempat penahanan IDF.
Seluruh peristiwa tersebut terjadi antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Agustus 2026. Pada setiap peristiwa di antara 200 kejadian yang kami lihat, setidaknya muncul satu orang yang dilaporkan tewas.
Beberapa peristiwa yang penyelidikannya tidak diumumkan oleh IDF ke publik terjadi pada akhir 2023.
Salah satu kasus paling mematikan adalah serangan IDF terhadap gedung sekolah di Gaza pada Agustus 2024. Akibat serangan itu, setidaknya 93 orang tewas, termasuk enam wanita dan 11 anak-anak.
Selama tiga tahun terakhir, militer Israel sering menanggapi tuduhan dengan mengklaim tengah menyelidikinya.
IDF menggunakan sejumlah istilah, termasuk "sedang ditelaah, ditinjau, dicek, atau diperiksa".
Seringkali, itulah pernyataan terakhir IDF tentang suatu kasus.
Sejumlah insiden telah ditingkatkan ke tahap penyelidikan kriminal oleh IDF.
Dua peristiwa yang mendapat sorotan publik adalah pembunuhan anak berumur 5 tahun di Gaza, Hind Rajab dan 15 pekerja darurat Bulan Sabit Merah Palestina yang ditembak lebih dari 100 kali oleh militer Israel.
Bagaimana IDF menyelidiki insiden?
Hasil investigasi militer IDF tidak secara rutin dipublikasikan, termasuk yang mengarah pada penyelidikan kriminal terhadap para prajuritnya.
Sejumlah laporan yang telah dipublikasikan berkaitan dengan sandera di Gaza yang diduga tewas akibat operasi Israel.
Dalam beberapa kasus, IDF baru mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki suatu insiden setelah dihubungi oleh BBC Verify atau organisasi media massa lainnya.
Pada Agustus 2026, IDF menerbitkan laporan langka yang merinci penyelidikan internal terhadap lima peristiwa di Gaza, termasuk pembunuhan Hind Rajab dan 15 pekerja darurat Palestina, yang mereka bilang ditingkatkan menjadi penyelidikan kriminal.
Terdapat pula tiga kasus lainnya, yaitu pembunuhan tujuh pekerja kemanusiaan dari World Central Kitchen (WCK) dalam serangan udara dan pembunuhan empat pekerja medis Médecins Sans Frontières (MSF) dalam dua serangan terpisah di Gaza.
Terkait peristiwa itu, IDF mengklaim tidak menemukan dasar atau kecurigaan yang beralasan untuk memulai penyelidikan kriminal.
Laporan itu juga menyatakan bahwa Mekanisme Pencarian Fakta dan Penilaian Staf Umum Israel (FFAM), yang menangani investigasi IDF terhadap "insiden operasional luar biasa", telah menyelesaikan peninjauan sekitar 150 kasus sejak awal Oktober 2023.
Baca juga:
- Warga Gaza terus-menerus hadapi serangan Israel di tengah gencatan senjata dan klaim dialog perdamaian
- Israel melakukan genosida di Gaza dan sengaja targetkan anak-anak, kata Komisi Penyelidik PBB
- Bekerja dari tenda pengungsian – Bagaimana warga Gaza mencari nafkah lewat internet
Merujuk laporan itu pula, kasus-kasus ini sekarang telah dialihkan ke Kejaksaan Militer IDF.
IDF tidak menjelaskan secara rinci apa saja 150 insiden tersebut. Mereka juga tidak mengklarifikasi apakah berbagai peristiwa itu terpisah dari kasus-kasus yang diidentifikasi oleh BBC Verify.
Meskipun telah berulang kali diminta, IDF belum memberikan rincian yang transparan mengenai status dari 300 investigasi yang diidentifikasi oleh BBC Verify.
IDF menyatakan bahwa mereka, "mempublikasikan informasi mengenai hasil investigasi dan pemeriksaan jika memungkinkan, dengan mempertimbangkan pertimbangan hukum dan operasional, serta batasan yang berkaitan dengan privasi dan keamanan informasi."
IDF juga menyebut, sejumlah peristiwa tertentu diperiksa melalui tinjauan operasional tingkat komando.
Tujuannya, klaim mereka, untuk menetapkan urutan kejadian, mengidentifikasi kegagalan, mengambil pelajaran untuk tujuan meningkatkan perilaku operasional dan mengambil tindakan komando yang diperlukan.

Sumber gambar, Getty Images
IDF juga membuat klaim, selama tiga tahun terakhir mereka telah mengambil tindakan disiplin dalam puluhan kasus terhadap tentara yang gagal memenuhi standar prosedur.
IDF menyebut tindakan para tentara itu bertentangan dengan arahan institusi. Para tentara itu, klaim IDF, telah dikeluarkan dari posisi tempur dan dari dinas cadangan.
Data Kebebasan Informasi yang diperoleh oleh Yesh Din, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel, menunjukkan bahwa antara Oktober 2023 dan Agustus 2024 setidaknya 1.456 peristiwa terkait Gaza dirujuk ke FFAM.
Dari ribuan laporan itu, terdapat 12 kasus yang diselesaikan dan dirujuk ke Korps Jaksa Agung Militer (MAG). Dua di antara 12 kasus ini berujung ke penyelidikan kriminal.
Dan Owen, peneliti di Yesh Din yang telah memantau investigasi militer sejak 2006, menyebut bahwa IDF sering berusaha untuk "memperpanjang" investigasi.
"Mereka mencoba untuk memperpanjang proses ini sampai pada titik di mana orang lupa dan tidak peduli lagi," kata Dan.
Janina Dill, profesor hukum internasional di Universitas Oxford, mengatakan bahwa menurut Konvensi Jenewa, pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata memiliki tanggung jawab untuk "menyelidiki dan berpotensi menuntut pihaknya sendiri".
"Itulah intinya yang sangat jelas," kata Janina.
"Ada juga pedoman investigasi, yang didukung oleh ICRC, jadi mereka memiliki wewenang. Dan mereka menekankan kecepatan, ketelitian, dan ketidakberpihakan," ujarnya.
Baca juga:
- Derita anak-anak di Gaza yang mendadak kehilangan kemampuan bicara
- Menteri Israel mengejek ratusan aktivis flotila Gaza yang diborgol
- 'Saya lebih waswas saat anak saya bertugas di Papua' – Kisah tentara Indonesia yang tewas di Lebanon
Eran Shamir-Borer, Direktur Pusat Keamanan dan Demokrasi di Institut Demokrasi Israel (IDI) dan mantan pengacara senior IDF, menilai ada "tantangan nyata" dalam menyelidiki tuduhan dalam konflik yang melibatkan Israel.
Salah satu penghambatnya, menurut Eran, adalah wilayah pertempuran yang kompleks.
"Di wilayah musuh, yang tidak selalu berada di bawah kendali Anda, mengumpulkan bukti bisa sangat menantang. Banyak pasukan di lapangan, banyak di antaranya melakukan tembakan," katanya.
"Gagasan untuk menyelidiki tentara dalam konteks perang bukanlah hal yang populer," ujar Eran. Tren tersebut, kata dia, sebenarnya juga terlihat di negara-negara yang menjunjung tinggi hukum lainnya.
Israel, menurut Eran, hanya akan mendapat manfaat dari bersikap lebih transparan tentang penyelidikannya.
Dia bilang akan mendorong IDF untuk lebih terbuka dalam berbagi informasi dengan publik tentang kemajuan yang mereka capai dalam menyelidiki berbagai tuduhan.
Gaza
Sejak serangan yang dipimpin Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, IDF telah melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza. Israel mengklaim, langkah itu bertujuan untuk membebaskan para sandera dan membubarkan Hamas.
Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, yang dianggap sahih oleh PBB, terdapat lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak awal Oktober 2023.
BBC Verify telah memberitakan pembunuhan para pekerja darurat dan orang-orang yang mencoba mengakses bantuan di dalam Gaza. Kami juga membuat berita terkait penghancuran ribuan bangunan di Jalur Gaza dan insiden dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Israel selama tiga tahun terakhir.
Dua perempuan tewas dibunuh pasukan Israel di satu-satunya gereja Katolik di wilayah tersebut pada Desember 2023, dalam insiden yang kemudian dinyatakan oleh IDF sedang dalam penyelidikan.
Seorang ibu, Nahida Anton, dan putrinya, Samar Anton, tewas akibat tembakan penembak jitu di dalam kompleks gereja Keluarga Kudus di Gaza, menurut Patriarkat Latin Yerusalem.

Sumber gambar, Latin Patriarchate of Jerusalem
BBC Verify menghubungi IDF terkait kejadian tersebut pada saat itu.
IDF menjawab bahwa tinjauan awal menunjukkan pasukan mereka beroperasi melawan ancaman Hamas yang telah mereka identifikasi "di area gereja".
IDF mengklaim, saat itu, sedang melakukan tinjauan menyeluruh terhadap insiden tersebut.
September 2025, BBC Verify meminta informasi terbaru mengenai tinjauan tersebut. IDF menjawan, insiden itu "masih ditinjau oleh FFAM".
Kini, hampir tiga tahun setelah Nahida dan Samar terbunuh, IDF kembali menyatakan bahwa insiden tersebut sedang ditinjau.
Menanggapi permintaan informasi terbaru, IDF menyebut insiden kompleks "mungkin memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan, memeriksa silang, dan memverifikasi informasi faktual yang relevan".
"IDF tidak mempersingkat atau mengabaikan prosedur pemeriksaan atau investigasi untuk memenuhi tenggat waktu eksternal," ujar mereka.
Serangan mematikan di gedung sekolah
Salah satu insiden paling mematikan yang masih diselidiki oleh militer Israel adalah serangan udara yang dilakukan terhadap gedung sekolah di Gaza timur pada Agustus 2024.
Badan pertahanan sipil yang dikelola Hamas mengatakan setidaknya 93 orang, termasuk enam wanita dan 11 anak-anak, tewas dalam serangan terhadap kompleks sekolah Tabaeen dan masjid di dekatnya.

Sumber gambar, Getty Images
Lokasi peristiwa itu menampung pengungsi Palestina ketika beberapa serangan Israel menghantam daerah tersebut pada saat salat subuh.
Video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan kepulan debu saat petugas darurat berupaya memadamkan api kecil, puing-puing, dan potongan tubuh yang berserakan di lantai.
Berbagai foto yang diambil di siang hari menunjukkan lantai yang berlumuran darah, puing-puing, dan pakaian orang-orang yang berserakan di sekitar.
Para ahli mengatakan kepada BBC Verify bahwa pecahan amunisi yang terlihat di lokasi kejadian sesuai dengan pecahan GBU-39, yaitu bom berpemandu presisi yang dipasok oleh AS ke militer Israel.
Saat itu, IDF mengklaim bahwa pusat komando dan kendali Hamas telah ditempatkan di gedung sekolah, dan bahwa tentara IDF menewaskan 31 pejuang dalam insiden tersebut.
Menurut peninjauan awal, klaim IDF, jumlah korban yang diberitakan tidak sesuai dengan informasi yang mereka miliki. Begitu pula dengan jenis amunisi yang digunakan, dan ketepatan serangan.
IDF mengatakan kepada BBC Verify bahwa mereka masih menyelidiki peristiwa tersebut.
Tepi Barat
BBC Verify juga menyelidiki insiden yang menurut IDF sedang diselidiki di Tepi Barat.
Israel telah menduduki wilayah tersebut sejak perang 1967 dan membangun puluhan permukiman di sana, yang ilegal menurut hukum internasional.

Sumber gambar, Reuters
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat akibat serangan pasukan Israel sejak 11 Oktober 2023.
BBC Verify meneliti lebih dari 50 investigasi IDF terkait insiden di wilayah tersebut, setidaknya 26 di antaranya melibatkan perempuan dan anak-anak yang tewas atau terluka.
Salah satu insiden tersebut terjadi di sekitar Jenin pada September 2024, ketika pasukan Israel dilaporkan membunuh Lujain Musleh yang berusia 16 tahun.
Ayah Lujain mengatakan, putrinya ditembak di kepala saat sedang melihat keluar jendela rumahnya di Kafr Dan, setelah tentara mengepung rumah tetangga.
IDF mengklaim, pada saat itu bahwa milisi bersenjata telah menembaki tentara Israel.
Pasukan IDF kemudian "membalas tembakan ke arah seorang tersangka yang mengamati mereka".
IDF juga mengklaim bahwa mereka tengah meninjau rincian peristiwa tersebut.
Lebanon
BBC Verify juga menemukan hampir 40 investigasi IDF terkait insiden kekerasan di Lebanon.
Kelompok bersenjata Muslim Syiah, Hezbollah, menembakkan roket ke Israel untuk mendukung Hamas setelah 7 Oktober 2023.
Sejak itu, Israel telah melancarkan dua invasi besar ke Lebanon, di mana lebih dari 4.000 orang tewas menurut otoritas kesehatan negara tersebut.

Sumber gambar, Getty Images
Salah satu investigasi IDF yang diidentifikasi oleh BBC Verify terjadi pada 10 November 2024. Serangan Israel menewaskan 23 orang, termasuk tujuh anak-anak, di dekat kota Byblos, menurut kementerian kesehatan Lebanon.
Rekaman terverifikasi dari kejadian setelahnya menunjukkan asap mengepul di antara puing-puing dan logam bengkok berserakan di tanah tempat bangunan-bangunan hancur.
IDF mengklaim, mereka menargetkan markas Hizbullah dan lokasi penyimpanan senjata mereka. IDF juga membuat klaim bahwa mereka sedang meninjau peristiwa itu.
Investigasi yang berlangsung lama
Michael Schmitt adalah seorang profesor hukum internasional di Universitas Reading. Sebelum menjadi akademisi di kampus itu, dia bekerja dengan IDF.
Dia mengatakan, "divisi hukum militer Israel adalah standar emas dalam hal pemahaman hukum."
Menurut Schmitt, setiap tuduhan pelanggaran tidak selalu berujung penyelidikan menyeluruh.
Schmitt menyebut ada sejumlah alasan mengapa IDF mungkin tidak dapat mengungkapkan secara publik rincian penyelidikan atau keputusan untuk tidak melanjutkannya.
"Misalnya, Anda tidak ingin mengungkapkan detail operasional atau aturan keterlibatan tertentu karena pasukan musuh akan beradaptasi," katanya.
"Dan bahkan jika Anda melakukan penyelidikan, banyak elemen [penyelidikan] akan tetap dirahasiakan," tuturnya.
Janina Dill, yang juga merupakan salah satu direktur Oxford Institute for Ethics, Law and Armed Conflict mengatakan, "Setelah tiga tahun operasi ini berjalan, beberapa investigasi ini seharusnya sudah selesai."
Menurut Janina, dalam hal menyelidiki insiden yang menimbulkan kerugian, Israel sangat bergantung pada argumen bahwa mereka adalah negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum.
Argumentasi itu, kata dia, untuk mendelegitimasi upaya komunitas internasional melakukan penyelidikan.
"Jika kita memiliki kasus-kasus pelecehan yang terdokumentasi, yang tidak diselidiki atau penyelidikannya terhenti, dan kita memiliki alasan yang kuat untuk percaya bahwa kasus-kasus tersebut diabaikan begitu saja, maka hal itu akan merusak narasi bahwa Israel sepenuhnya mampu menangani dan memberikan pertanggungjawaban," ujar Janina.
Metodologi
BBC Verify mengumpulkan 61.000 laporan dari BBC News dan Reuters yang menyebutkan Gaza, Tepi Barat, atau Lebanon, yang diterbitkan antara 7 Oktober 2023 dan 19 Agustus 2026.
Kami membangun mesin pencari AI untuk menelusuri berbagai laporan tersebut. Tujuannya, menemukan peristiwa di mana orang mungkin terluka atau tewas oleh pasukan Israel.
Dalam kasus itu, IDF juga menyatakan bahwa laporan tersebut sedang diselidiki, atau misalnya ditelaah, ditinjau, "dicek atau diperiksa.
Dengan cara ini, kami mengidentifikasi hampir 5.000 laporan. Masing-masing diperiksa secara manual oleh reporter BBC Verify, yang mengecualikan laporan mana pun yang tidak memenuhi kriteria di atas.
Hal ini menyisakan 1.343 laporan insiden yang menurut IDF sedang diselidiki. Beberapa laporan tersebut menggambarkan insiden yang sama.
Kami membangun alat AI lain untuk menghapus laporan duplikat ini. Alat ini mengelompokkan laporan ke dalam insiden unik berdasarkan tanggal publikasi, tanggal kejadian, lokasi, dan jumlah korban luka atau tewas yang dilaporkan.
Kemudian, kami secara manual memeriksa bahwa setiap laporan telah ditugaskan ke grup yang tepat, sehingga tersisa 300 insiden unik.
Untuk setiap insiden ini, kami kemudian secara manual memeriksa catatan kami, termasuk tanggal kejadian, lokasi, dan jumlah orang yang tewas atau terluka, dengan membandingkannya dengan laporan asli BBC News atau Reuters.
Kami membagikan detail setiap kasus kepada IDF, termasuk tanggal kejadian, lokasi, laporan berita yang menjelaskan kejadian, dan komentar awal IDF yang menunjukkan bahwa mereka sedang menyelidiki masalah tersebut.
Kami meminta komentar dari IDF dan status terbaru dari setiap kasus. IDF tidak mengatakan apakah ada di antara investigasi ini yang telah selesai sebagai tanggapan atas permintaan BBC.
Untuk setiap insiden, kami juga mencari pernyataan di situs web IDF yang menunjukkan bahwa investigasi telah selesai, menggunakan dua mesin pencari web yang dibantu AI.
Kami menemukan bukti bahwa 28 kasus ditutup berdasarkan pernyataan yang merinci temuan atau menunjukkan bahwa tidak akan ada langkah lebih lanjut yang diambil.
Untuk 18 insiden lainnya, tidak jelas apakah investigasi telah selesai. Ini termasuk kasus-kasus di mana IDF menerbitkan informasi awal tentang insiden tersebut tanpa indikasi yang jelas bahwa investigasi telah ditutup, dan kasus-kasus di mana IDF menyebut sebagian atau seluruh orang yang tewas atau terluka sebagai kombatan, dalam pernyataan di situs webnya sendiri.
Hal ini menyisakan setidaknya 254 insiden yang menimbulkan kerugian yang menurut militer Israel sedang mereka selidiki, namun kami tidak menemukan hasil publiknya di situs web IDF.
Ini bukanlah pencarian yang menyeluruh, dan kemungkinan ada lebih banyak investigasi terhadap insiden yang merugikan yang tidak tercakup dalam pencarian kami.
Laporan tambahan oleh Barbara Metzler.
Kami menggunakan AI untuk membantu menerjemahkan artikel ini, yang awalnya ditulis dalam bahasa Inggris. Jurnalis BBC memeriksa terjemahan tersebut sebelum diterbitkan. Selengkapnya tentang bagaimana kami menggunakan AI.