"Setiap makanan yang disiapkan harus memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, menyehatkan dan mampu membangun kepercayaan masyarakat,"
Lombok Tengah (ANTARA) - Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumpulkan ratusan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka peningkatan standar kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
"Setiap makanan yang disiapkan harus memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, menyehatkan dan mampu membangun kepercayaan masyarakat," kata Ketua Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya di kantor bupati di Lombok Tengah, Rabu.
Ia mengatakan program ini merupakan tugas bersama, sehingga para kepala SPPG diharapkan bisa melaksanakan tugas dan amanat dalam menyediakan MBG yang berkualitas..
"MBG yang diberikan kepada anak-anak harus benar-benar menjadi makanan yang dinantikan. Jangan sampai makanan hanya selesai diproduksi, kemudian dibagikan ke sekolah tanpa memastikan makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat," ujarnya.
Ia juga meminta agar berbagai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG menjadi bahan evaluasi bersama. Terlebih, program tersebut merupakan program nasional yang menyentuh masyarakat dalam jumlah besar.
"Persoalan keamanan pangan harus menjadi perhatian serius agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga," katanya.
Menurutnya, program MBG merupakan program yang untuk pertama kalinya dijalankan secara masif dalam skala besar, sehingga semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Bagaimana bisa mempertahankan kepercayaan ini. Jangan sampai tanpa disadari, kepercayaan itu hilang,” katanya.
Ia mengatakan setiap kejadian harus menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Sebab, makanan yang disiapkan melalui program MBG dikonsumsi oleh anak-anak yang harus mendapatkan makanan aman dan bergizi.
“Jangan hanya melihat ini sebagai pekerjaan," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026