Pontianak (ANTARA) - Ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang tersisa di partai final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan pasangan Malaysia Low Hang Yee/Ng Eng Cheong. 

“Bangga sekali bisa back to back finals, harapannya besok bisa juara, dan mengeluarkan kemampuan yang maksimal,” ujar Yeremia seusai pertandingan di Gor Terpadu A Yani, Pontianak, Sabtu.

Yeremia/Rindorindo memastikan tiket final setelah menang dua gim langsung 21-7, 21-15 dalam laga semifinal 

Kemenangan tersebut membawa Yeremia/Rindorindo kembali ke partai puncak untuk dua pekan secara beruntun setelah sebelumnya juga tampil di final Polytron Pontianak International Challenge 2026. 

Pada turnamen pekan lalu, mereka harus puas menjadi runner-up sehingga final Indonesia Masters kali ini menjadi kesempatan untuk menutup rangkaian pertandingan di Pontianak dengan gelar juara.

Yeremia mengatakan pencapaian dua final secara beruntun menjadi modal penting bagi mereka, namun target kini bukan sekadar kembali mencapai partai puncak. Mereka ingin memaksimalkan kesempatan tersebut untuk meraih gelar juara.

Pada gim kedua semifinal, pertandingan sempat berjalan lebih ketat setelah memasuki interval. Meski demikian, Yeremia/Rindorindo tetap mempertahankan pola permainan menyerang dan tidak mengubah pendekatan menjadi bertahan.

“Permainan yang bagus itu ya menyerang. Kalau main defense kami bisa saja mati, tapi kalau menyerang pasti kan lawan yang lebih tertekan,” kata Yeremia.

Menurut Yeremia, kepercayaan satu sama lain menjadi salah satu kunci yang membantu mereka mampu kembali menembus final dalam dua turnamen secara beruntun. 

“Kunci back to back finals Mungkin percaya satu sama lain, yakin, dan ambisinya masih tinggi untuk performa kami,” ujarnya.

Sementara itu, Rindorindo menilai kemenangan atas pasangan Malaysia tidak terlepas dari persiapan pola permainan yang lebih matang. 

“Hari ini kami lebih siap dari pola permainan, kami lebih menekan dari awal. Puji Tuhan tadi bisa menerapkan semua yang kami mau, jadinya bisa menang relatif cepat,” ujarnya.

Di partai final, Yeremia/Rindorindo akan menghadapi pasangan asal Chinese Taipei. Rindorindo mengatakan mereka telah mulai mengantisipasi pola permainan calon lawannya yang dinilai memiliki permainan rapi dan serangan yang perlu diwaspadai.

“Besok melawan pasangan Chinese Taipei, kami antisipasi dari pola-pola serangannya mereka karena mereka juga bermain rapi dari kemarin yang saya lihat. Jadi kami mau menyiapkan pola defense balik serang,” katanya.

Final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 menjadi kesempatan bagi Yeremia/Rindorinso untuk mengakhiri perjalanan dua pekan mereka di Pontianak dengan pencapaian terbaik. 

Setelah hanya menjadi runner-up pada Polytron Pontianak International Challenge 2026, mereka kini tinggal satu kemenangan lagi untuk mengubah hasil tersebut menjadi gelar juara pada level BWF World Tour Super 100.

Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai final, Yeremia/Rindorindo sekaligus menjadi tumpuan terakhir tuan rumah untuk mengamankan gelar di hadapan publik Pontianak.

Pewarta: Sucia Lucinda
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.