Harry kemudian mengajukan permohonan untuk menginap semalam di Istana Buckingham seorang diri. Namun, permintaan tersebut ditolak. Pihak Harry menyebut penolakan itu berkaitan dengan putusan pengadilan yang akan segera diumumkan. Sementara itu, pihak istana disebut beralasan permintaan tersebut diajukan terlalu mendadak sehingga tidak memungkinkan dilakukan pengaturan keamanan dan staf secara memadai.
Tidak ada rincian resmi mengenai isi pertemuan di Highgrove House. Namun, pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah penting dalam upaya memperbaiki hubungan yang selama ini memburuk antara Raja Charles dan Pangeran Harry.
Hubungan keduanya sempat merenggang setelah Harry melontarkan berbagai kritik terhadap keluarga kerajaan dan institusi monarki melalui sejumlah wawancara televisi serta memoarnya yang berjudul Spare.
Dalam wawancara dengan Oprah Winfrey, serial dokumenter Netflix, hingga buku Spare, Harry juga mengkritik ayahnya, ibu tirinya Ratu Camilla, kakaknya Pangeran William, serta Catherine, Putri Wales. Kritik tersebut muncul setelah Harry dan Meghan memutuskan mundur dari tugas sebagai anggota senior keluarga kerajaan enam tahun lalu.
Meski hubungan Harry dengan Raja Charles mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, hubungan dengan Pangeran William masih belum memperlihatkan perkembangan positif. Bahkan, pada sore yang sama ketika reuni keluarga berlangsung di Highgrove House, William diketahui sedang mengikuti pertandingan polo amal di Windsor.
Sebelumnya, pada Februari 2024, Harry terbang dari California ke Inggris untuk menemui ayahnya setelah Raja Charles didiagnosis menderita kanker. Pertemuan tersebut disebut-sebut menjadi awal dari proses rekonsiliasi antara keduanya.
Harry juga pernah menyampaikan keinginannya agar kedua anaknya dapat kembali menjalin hubungan dengan sang kakek. Dalam beberapa bulan terakhir, Harry dan Raja Charles dikabarkan rutin berkomunikasi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Meghan terakhir kali mengunjungi Inggris pada September 2022. Saat itu, ia dan Harry datang untuk menghadiri sejumlah kegiatan amal yang kemudian bertepatan dengan wafatnya Ratu Elizabeth II.