Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Nusa Tenggara Barat melakukan asesmen terhadap tiga gedung sekolah menengah atas (SMA) negeri yang mengalami kerusakan parah akibat faktor usia.
Kepala Dinas PUPR-PKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengakui pihaknya sudah turun ke tiga lokasi sekolah di Lombok tersebut, yaitu SMA 1 Gunungsari, SMA 7 Mataram, dan SMA 1 Lingsar untuk mengetahui seberapa besar kondisi kerusakan bangunan.
"Kami baru pada tahap mengecek kondisi bangunan. Tentu kami ada lagi pengecekan lanjutan, apakah yang rusak hanya atap atau struktur bangunan," ujarnya di Mataram, Selasa.
Ia mengakui berdasarkan hasil pengecekan sementara, siswa tidak diperkenankan belajar di dalam kelas dulu, mengingat kondisi bangunan cukup mengkhawatirkan jika dipakai belajar mengajar.
"Jadi, teman-teman tim sudah menyampaikan kondisi bangunan perlu diwaspadai, sehingga kami meminta untuk tidak dipakai belajar dulu oleh para siswa," kata Kusuma.
Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan berapa biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi ketiga gedung sekolah tersebut. Mengingat kondisi fiskal daerah yang serba terbatas.
"Kami berharap secepatnya karena terkait belajar siswa dan mengajar para guru. Mudah-mudahan asesmen bisa cepat, ada dana, bisa kita revitalisasi. Cuman dari sisi kami (PUPR) bagaimana mengantisipasi resiko sehingga tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan," ucapnya.
Terkait adanya dorongan untuk melakukan perbaikan menggunakan dana dari pokok-pokok pikiran (pokir) dewan seiring minim-nya anggaran daerah, pihaknya mengaku bisa-bisa saja itu dilakukan. Namun, terpenting saat ini, menurut Kusuma Wijaya, keselamatan para siswa dan guru lebih diutamakan.
"Usulan penggunaan dana pokir bisa saja, bahkan kita supaya mempercepat perbaikan, sehingga penanganan dapat segera dilaksanakan dan mengurangi waktu siswa belajar di luar ruang kelas," pungkas Kusuma.
Baca juga: Sebanyak 152 MBR Mataram dapat sambungan air bersih gratis
Baca juga: BWSNTB normalisasi dua sungai di Mataram untuk antisipasi banjir
Baca juga: Dinas PUPR usulkan anggaran Rp400 juta bangun kolam retensi