Puhua dan FH Unsoed gelar kelas Mandarin bagi calon sarjana hukum

Jumat, 21 Agustus 2026 09:53 WIB

Image Print

Ketua Pengurus Pusat Bahasa Mandarin Puhua Dr Chen Tao BA MM memandu pembelajaran bahasa Mandarin bagi calon sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Unsoed

keterampilan komunikasi lintas budaya juga penting dimiliki mahasiswa untuk menjawab kebutuhan dunia profesional yang semakin terbuka dan dinamis

Purwokerto (ANTARA) - Pusat Bahasa Mandarin Puhua bersama Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggelar Kelas Kompetensi Mandarin bagi calon sarjana hukum untuk memperkuat daya saing mahasiswa melalui penguasaan bahasa dan wawasan lintas budaya.

Program yang dimulai Kamis (20/8) tersebut menjadi langkah Fakultas Hukum Unsoed membekali mahasiswa dengan kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional yang semakin terbuka, dinamis, dan terhubung secara global, khususnya dalam menghadapi peluang karier lintas negara dan budaya.

Dekan Fakultas Hukum Unsoed Prof Dr Riris Ardhanariswari SH MH. mengatakan calon sarjana hukum perlu memiliki bekal yang melampaui penguasaan teori, kemampuan analisis, dan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan.

Menurut dia, keterampilan komunikasi lintas budaya juga penting dimiliki mahasiswa untuk menjawab kebutuhan dunia profesional yang semakin terbuka dan dinamis.

Sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara, Prof Riris mengharapkan program tersebut dapat membantu mahasiswa membangun kemampuan bahasa Mandarin secara bertahap, praktis, dan relevan.

Pembelajaran dirancang untuk menumbuhkan kepercayaan diri peserta dalam memahami dan menggunakan bahasa Mandarin, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam konteks profesional.

Penguatan kompetensi tersebut sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Hukum Unsoed dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain fondasi keilmuan hukum, penalaran kritis, dan etika profesi, mahasiswa diberikan akses untuk mengembangkan keterampilan pendukung yang dapat memperluas kesiapan berkarier di bidang korporasi, perdagangan, investasi, layanan hukum, dan sektor lain yang memiliki jejaring internasional.

Program Sarjana Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unsoed berstatus akreditasi Unggul hingga 21 September 2030 serta memperoleh akreditasi internasional FIBAA hingga 19 September 2028.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerja Sama Fakultas Hukum Unsoed Prof Dr Siti Kunarti SH MH selaku koordinator kegiatan mengatakan kelas tersebut merupakan kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa jenjang S1 untuk mengikuti kelas yang akan digelar dua kali dalam seminggu di Fakultas Hukum Unsoed. Program ini diberikan tanpa biaya dan diupayakan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang hukum,” katanya.

Kelas Kompetensi Mandarin dilaksanakan dalam tiga kelas yang masing-masing diikuti 30 mahasiswa dengan jadwal pembelajaran dua kali pertemuan setiap minggu di Fakultas Hukum Unsoed.

Pembelajaran dipandu langsung oleh Dr Chen Tao BA MM, pengajar penutur asli bahasa Mandarin yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan pengajaran bahasa Mandarin di Indonesia.

Dr Chen Tao juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Bahasa Mandarin Puhua yang didirikan bersama Baoding University, Tiongkok, di bawah dukungan Center for Language Education and Cooperation (CLEC) Tiongkok.

Kelas tersebut dirancang sebagai ruang belajar aktif dan suportif. Peserta tidak hanya mempelajari kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga dibekali keberanian berkomunikasi, kedisiplinan belajar, serta kepekaan terhadap perbedaan budaya.

Sebagai target penguatan kompetensi, peserta juga dipersiapkan mengikuti ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yakni uji kompetensi bahasa Mandarin berskala internasional.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam menempuh studi lanjut, memperoleh beasiswa, maupun mengembangkan karier setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Bagi Pusat Bahasa Mandarin Puhua, kolaborasi dengan Fakultas Hukum Unsoed merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran bahasa yang bermakna dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Penguasaan bahasa Mandarin dipandang bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan sarana memperluas wawasan, membangun komunikasi yang lebih baik, serta membuka peluang kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kerja sama tersebut, Pusat Bahasa Mandarin Puhua dan Fakultas Hukum Unsoed menegaskan komitmen bersama untuk menyiapkan calon sarjana hukum yang kuat secara akademik, berintegritas, adaptif, berwawasan global, dan siap berkontribusi bagi dunia hukum Indonesia.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.