Penyaluran bibit dilakukan melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Sebanyak 1.000 bibit diberikan kepada masyarakat Desa Merbau, sedangkan 500 bibit lainnya disalurkan kepada warga Desa Sungai Tawar.
Pemilihan nanas sebagai komoditas yang dikembangkan bukan tanpa pertimbangan. Tanaman dengan nama ilmiah Ananas comosus tersebut dinilai dapat beradaptasi dengan karakteristik lahan gambut yang memiliki tingkat keasaman relatif tinggi.
Baca Juga: PalmCo Kucurkan Rp17,1 Miliar untuk Bencana hingga UMKM
Selain dapat dijual sebagai buah segar, nanas juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, pemberian bibit tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasional agar memiliki sumber pendapatan alternatif.
“Pemberdayaan masyarakat desa yang berdampingan dengan wilayah operasional adalah salah satu prioritas kami. Bantuan bibit nanas ini tidak sekadar memiliki nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga sejalan dengan upaya kita bersama dalam menjaga produktivitas lahan gambut secara berkelanjutan,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Jatmiko, pengembangan komoditas tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bibit, tetapi dapat dikelola masyarakat hingga menghasilkan manfaat ekonomi.
“Kami berharap komoditas ini dapat dikelola dengan baik sehingga mampu menjadi pilar pendapatan alternatif bagi warga,” ujarnya.
Bagi masyarakat, pengembangan nanas menjadi salah satu peluang untuk menambah sumber penghasilan rumah tangga.
Khairul Anwar, perwakilan masyarakat Desa Merbau, mengatakan kondisi lahan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih tanaman yang akan dikembangkan.
“Tanaman ini cocok dengan kondisi lahan di sini, dan kami berharap ke depannya hasil panennya nanti bisa benar-benar membantu menambah penghasilan keluarga,” kata Khairul.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Sungai Tawar Bustanul Arifin. Dirinya mengatakan dukungan bibit tersebut diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat desa.
“Mewakili warga Desa Sungai Tawar, kami berterima kasih atas dukungan dari PTPN IV. Bantuan bibit ini sangat bermanfaat dan kami siap mendukung pengelolaannya agar program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga desa kami,” ujar Bustanul.
Program pengembangan nanas di Jambi menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan PTPN IV PalmCo di sejumlah wilayah operasionalnya.
Baca Juga: PalmCo Bidik Produktivitas Sawit Rakyat untuk Dorong B50
Perusahaan sebelumnya menjalankan sejumlah program yang menyasar pengembangan kapasitas masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satunya berupa pelatihan pengolahan ikan lele menjadi produk bernilai tambah yang melibatkan 50 perempuan.
Ada pula program baking class gratis yang ditujukan kepada 50 pelaku UMKM dan warga. Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha baru melalui pengembangan keterampilan di sektor kuliner.
Pemberdayaan juga dilakukan di sektor industri kreatif dan pertukangan.
Di Kabupaten Kampar, Riau, perusahaan memberikan dukungan modal dan pembinaan kepada sentra pandai besi yang disebut mampu meningkatkan kapasitas produksinya hingga 10 kali lipat.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya diarahkan pada penyaluran bantuan, tetapi juga pengembangan aktivitas ekonomi berdasarkan potensi yang tersedia di masing-masing daerah.
Dalam program di Jambi, pengembangan nanas menjadi salah satu pilihan karena mempertimbangkan karakteristik lahan sekaligus peluang nilai ekonominya.
PTPN IV PalmCo menyatakan program pemberdayaan masyarakat akan terus diarahkan agar sesuai dengan potensi lokal dan dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat penerima, keberhasilan program tersebut pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan mengelola bibit hingga menghasilkan panen dan membangun akses pasar.
Dengan demikian, 1.500 bibit yang disalurkan ke Desa Merbau dan Desa Sungai Tawar bukan sekadar bantuan tanaman.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan dengan memanfaatkan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan setempat.