Pangkalpinang (ANTARA) - Tim Emergency Response Group (ERG) PT Timah (Persero) menyalurkan bantuan sembako dan tikar yang dibutuhkan warga korban gempa di Desa Marapokot dan Nangadhero, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Bantuan ini menjadi bagian dari aksi kemanusiaan PT Timah untuk meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana alam," kata Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan aksi kemanusiaan perusahaan membagikan ratusan paket sembako dan tikar kepada warga korban gempa bumi Desa Marapokot dan Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT ini, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat korban bencana alam di daerah itu.
Selain itu, tim yang terdiri dari unsur rescue, dokter, perawat, volunteer serta personel pendukung lainnya juga memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan pascabencana.
"Saat ini tim masih terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga dan para pelajar Madrasah Aliyah (MA) Nurusa’adah di Desa Maropokot selama masih berada di tempat pengungsian maupun posko darurat," katanya.
Kepala Madrasah Aliyah Nurusa’adah, Ambo Taang mengatakan kondisi masyarakat di Desa Marapokot dan Nangadhero hingga kini masih dalam situasi siaga.
"Saat ini sebagian warga memang telah kembali dari pengungsian, namun belum berani menempati rumah mereka dan masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat," katanya.
Menurut dia sebagian masyarakat masih mengandalkan posko besar dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat bantuan kemanusiaan masih sangat dibutuhkan.
"Bantuan yang disalurkan pada hari ini sangat bermanfaat karena ada tikar. Sampai sekarang kami masih beralaskan tanah. Memang ada beberapa donatur lain yang sudah menyerahkan tikar, tetapi jumlahnya masih kurang. Ketika ditambah lagi, kami sangat bersyukur,” katanya.
Ia menambahkan bencana juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Wilayah pesisir Nangadhero sempat terdampak tsunami dengan gelombang yang relatif kecil. Namun, dampaknya cukup besar bagi sebagian warga, termasuk para siswa.
“Khususnya siswa kami mayoritas berasal dari Nangadhero dan Maropokot yang terkena dampak tsunami. Walaupun tsunaminya kecil, namun menyebabkan beberapa peralatan belajar siswa hilang, seperti seragam, buku tulis dan buku pelajaran,” jelasnya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.