Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Jakarta, VIVA – Ketahanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien ketika penyakit sudah berkembang. Upaya mencegah penyakit dan mengendalikan faktor risiko sejak dini juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat dapat menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Baca Juga

Menurut Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL), Inggris, sistem kesehatan yang kuat perlu mengubah fokus dari penanganan penyakit menuju langkah pencegahan yang lebih terencana. Dengan demikian, risiko kesehatan dapat dikurangi sebelum berkembang menjadi masalah yang membutuhkan perawatan lebih kompleks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita harus meningkatkan kemampuan dalam mencegah penyakit dan mengelola risiko. Ini adalah konsep yang paling penting,” ujarnya dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). 

Baca Juga

Pencegahan Perlu Mendapat Porsi Lebih Besar

Deanfield menyoroti bahwa sistem kesehatan di banyak negara masih lebih banyak mengalokasikan sumber daya untuk pengobatan dibandingkan pencegahan. Ia menyebut sekitar 98 persen belanja kesehatan digunakan untuk pengobatan, sedangkan hanya 2 persen dialokasikan untuk perawatan preventif.

Baca Juga

Menurutnya, pendekatan tersebut perlu dievaluasi agar penyebab penyakit bisa ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kita harus bergerak ke hulu untuk mengatasi konsekuensi yang muncul di hilir. Kita perlu menangani faktor-faktor penyebab penyakit sejak dini, bukan hanya menangani dampaknya ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengendalikan berbagai faktor risiko, termasuk yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, obesitas, dan penggunaan tembakau. Perubahan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara bertahap dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Perubahan Kecil Lebih Mudah Dijalankan

Menjaga kesehatan sering kali dikaitkan dengan perubahan gaya hidup yang besar. Padahal, menurut Deanfield, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten juga berpotensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebiasaan seperti meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola makan, serta mengurangi konsumsi gula dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Pendekatan bertahap dinilai penting karena rekomendasi kesehatan yang terlalu ketat berisiko sulit diterapkan secara berkelanjutan. Selain itu, tekanan untuk memenuhi berbagai target kesehatan sekaligus dapat memicu stres bagi sebagian orang.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, strategi pencegahan sebaiknya mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam menerapkannya, bukan hanya berfokus pada target ideal.