Tokyo (ANTARA) - Produser Yulia Evina Bhara untuk pertama kalinya menjadi salah satu juri dalam program Asian Future di ajang Tokyo International Film Festival 2026.

CEO rumah produksi KawanKawan Media itu akan menilai 10 film peserta program bersama rekan-rekan juri dari Jepang, yakni produser Eiko Mizuno-Gray dan sutradara Fujimoto Akio.

"Yang pasti fellow-fellow juri saya ini juga orang-orang yang banyak nonton film," katanya dalam acara karpet merah Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 pada Senin (26/10) waktu setempat.

"Kelihatannya ini menurut saya adalah seleksi yang sangat kuat dari section ini," kata Yulia mengenai film-film yang masuk dalam program Asian Future di ajang TIFF 2026.

Program Asian Future, yang hadir sejak TIFF ke-26 pada 2013, ditujukan untuk mendukung sineas muda dan berkembang di Asia, sineas yang baru membuat satu hingga tiga film panjang.

"Ini penting, karena ini adalah Asian Future, berarti yang adalah suara-suara atau talent yang nanti akan menjadi masa depan sinema Asia," kata Yulia, yang terpilih jadi salah satu Impactful Women oleh Variety International pada 2023.

Tema film-film peserta program Asian Future tahun ini mencakup konflik dan rekonsiliasi dalam keluarga.

Peserta program Asian Future tahun ini sebanyak 10 film, salah satunya karya sutradara Indonesia Ariani Darmawan yang berjudul "Desember Jani" (Jani Be Good).

Film terbaik dalam program Asian Future akan mendapatkan Asian Future Best Film Award.

Baca juga: Kehangatan keluarga "Desember Jani" di tengah hujan Tokyo

Meski baru pertama kali menjadi juri, Yulia sudah lama berpartisipasi dalam Tokyo International Film Festival.

Sejumlah film garapan rumah produksinya ditayangkan di TIFF, salah satunya "The Science of Fictions" arahan sutradara Yosep Anggi Noen, yang ditampilkan dalam TIFF 2019.

Tahun ini, Yulia juga mengikuti TIFFCOM, pasar bisnis konten audiovisual yang diselenggarakan bersamaan dengan Tokyo International Film Festival.

Rumah produksinya mempresentasikan "The Land of Jinn", film panjang kedua dari sutradara Kevin Rahardjo.

Kevin sebelumnya membuat "sMOTHERed" dan menggarap film pendek yang ditayangkan dalam festival film internasional seperti Osaka Asian Film Festival dan Los Angeles Asian Pacific Film Festival.

Yulia mengatakan bahwa "The Land of Jinn" adalah film produksi bersama Indonesia dengan Kyrgyzstan.

"Kita akan pitching di sana (TIFFCOM), kita akan mencari partner. Dan proyek kita saat ini dalam masa post-produksi atau working progress, kita mencari partner," katanya.

Baca juga: Garin Nugroho sebut TIFF sebagai bagian penting kariernya

Baca juga: Film karya Kamila Andini akan ditayangkan di TIFF 2026

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.