Jakarta -
Pringles dikenal sebagai camilan renyah berbahan kentang. Namun, siapa sangka proses pembuatan dan statusnya berbeda dari keripik kentang biasa.
Pringles dikenal sebagai camilan kentang yang praktis disantap kapan saja. Bentuknya yang melengkung dan dikemas dalam tabung membuatnya berbeda dari keripik kentang pada umumnya.
Namun, di balik kepopulerannya, Pringles menyimpan fakta unik soal bahan dan proses pembuatannya. Camilan ini bahkan pernah terlibat dalam perdebatan soal penyebutan "keripik kentang".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa yang membuat Pringles berbeda dari keripik kentang biasa? Simak fakta menarik di balik camilan renyah ini!
Dikutip dari Mashed (13/7) berikut faktanya:
1. Pringles Ternyata Bukan Keripik Kentang Biasa
Pringles bukan keripik kentang Foto: Shutterstock
Pringles dikenal sebagai camilan berbentuk unik dengan kemasan tabung yang mudah dikenali. Namun, ternyata makanan ini tidak sepenuhnya masuk kategori keripik kentang seperti camilan sejenis lainnya.
Sejak awal dibuat, Pringles memang ingin tampil berbeda dari keripik kentang biasa. Produk ini awalnya dipasarkan dengan nama "Newfangled Potato Chips" sebelum akhirnya dikenal luas sebagai Pringles.
Berbeda dari keripik kentang yang dibuat dari irisan kentang utuh, Pringles menggunakan campuran bahan olahan. Hal inilah yang membuat status Pringles sempat menjadi perdebatan di beberapa negara.
2. Perdebatan Soal Status Pringles
Pringles pernah menghadapi perdebatan mengenai apakah produknya bisa disebut sebagai keripik kentang. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meminta perubahan label pada kemasannya.
Pada 1975, FDA menyatakan Pringles harus mencantumkan bahwa produknya menggunakan bahan kentang kering olahan. Akhirnya, perusahaan memilih istilah "potato crisps" dibanding "potato chips".
Menurut laporan Taste of Home, bahan kentang dalam Pringles bukan berupa kentang segar. Produk ini memakai "dehydrated processed potato" atau kentang olahan yang dikeringkan.
Perdebatan serupa juga terjadi di Inggris ketika produsen Pringles, Procter & Gamble, berusaha menghindari pajak makanan. Mereka berargumen bahwa Pringles bukan keripik kentang karena bentuknya dibuat melalui proses industri.
Namun, pengadilan Inggris tidak menerima alasan tersebut. Pada 2007 hingga 2009, tiga tingkat pengadilan memutuskan Pringles tetap termasuk makanan berbahan kentang sehingga dikenai pajak.
3. Kandungan Pringles Tidak Sepenuhnya Kentang
Ilustrasi keripik Pringles. Foto: lovefood.com
Meski dikenal sebagai camilan kentang, kandungan kentang dalam Pringles ternyata hanya sebagian dari keseluruhan komposisinya. Sisanya terdiri dari berbagai bahan tambahan untuk menciptakan tekstur khas.
Menurut The Atlantic, Pringles mengandung sekitar 42 persen kentang. Sementara 58 persen lainnya berasal dari bahan seperti minyak sayur, tepung beras, pati gandum, maltodekstrin, garam, dan dekstrosa.
Campuran bahan tersebut membuat Pringles memiliki tekstur renyah dan bentuk yang seragam. Berbeda dengan keripik kentang biasa yang bisa memiliki ukuran dan bentuk tidak sama.
Inovasi ini menjadi alasan Pringles dianggap berbeda dari merek keripik lainnya. Produk ini dibuat untuk mengatasi masalah keripik yang mudah hancur atau melempem setelah kemasan dibuka.
4. Rahasia Bentuk Melengkung Pringles
Bentuk melengkung khas Pringles bukan terjadi secara alami seperti keripik kentang biasa. Produk ini dibuat melalui proses khusus agar setiap keping memiliki ukuran dan bentuk yang sama.
Proses pembuatannya dimulai dari adonan campuran kentang, beras, gandum, dan jagung. Adonan tersebut kemudian dipipihkan hingga sangat tipis sebelum dipotong menjadi bentuk oval.
Setelah dipotong, adonan dibentuk menggunakan cetakan khusus hingga menghasilkan lengkungan khas Pringles. Camilan tersebut lalu digoreng, dikeringkan, dan diberi bubuk bumbu sesuai variannya.
Bentuk cekung ini juga membuat Pringles mudah ditumpuk dalam tabung. Desain tersebut membantu mengurangi risiko keripik pecah selama proses penyimpanan dan distribusi.
5. Dibuat oleh Tim Ilmuwan dengan Teknologi Khusus
Ilustrasi keripik kentang. Foto: Getty Images/iStockphoto/denishipunov
Di balik bentuk uniknya, Pringles ternyata lahir dari penelitian panjang para ilmuwan. Produk ini awalnya dibuat untuk menyelesaikan masalah keripik yang sering hancur dalam kemasan.
Ahli kimia organik Fred Baur menjadi salah satu orang yang mengembangkan desain awal Pringles. Ia menggunakan bantuan komputer untuk menemukan ukuran dan bentuk yang paling ideal.
Namun, Baur belum berhasil menemukan rasa yang tepat sehingga penelitian dilanjutkan oleh peneliti Procter & Gamble, Alexander Liepa. Liepa kemudian menyempurnakan resep hingga produk siap dipasarkan.
Mesin pembuat Pringles juga dirancang secara khusus oleh insinyur mekanik Gene Wolfe. Teknologi tersebut membantu menghasilkan ribuan keping Pringles dengan bentuk yang konsisten setiap harinya.
Halaman 2 dari 3
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)