Depok (ANTARA) - President University mengajak lebih dari 2.500 mahasiswa baru untuk bisa bersaing di level ASEAN dan dunia setelah memulai perjalanan perkuliahan mereka melalui PREUNI 2026.

Mahasiswa baru menjalankan rangkaian Moving In pada 29–30 Agustus dan Campus Tour pada 31 Agustus–2 September, PREUNI yang digelar pada 3–4 September menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh lingkungan dan tantangan yang akan mereka hadapi.

Rektor President University, Handa S. Abidin, menyambut mahasiswa baru dengan pesan, “Welcome to the most international university in Indonesia.” Mahasiswa baru juga disambut oleh Ketua Yayasan President University, Didiek Hartantyo, serta seluruh keluarga besar President University.

Kehadiran para tokoh nasional, diplomat, akademisi, pemimpin bisnis, dan profesional dari berbagai bidang turut memperkaya rangkaian PREUNI 2026 dengan beragam perspektif tentang Indonesia, dunia, dan peran yang dapat diambil mahasiswa.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar, yang juga merupakan alumna President University angkatan 2005, meyakini mahasiswa memiliki potensi besar.

“Indonesia memiliki potensi yang melimpah dan talenta-talenta muda yang luar biasa. Saya benar-benar percaya bahwa kalianlah yang akan membawa ekonomi kreatif Indonesia ke tingkat berikutnya," katanya.

Pesan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari generasi yang memiliki peran penting dalam membawa perubahan bagi Indonesia.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin. Berangkat dari pengalamannya, ia menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesempatan untuk mengambil peran dan memberikan dampak besar.

"Justru yang dipilih ketua paling muda. Kita punya harapan, orang-orang muda bisa memberi dampak yang besar,” ujarnya.
Kesempatan tersebut juga datang bersama tanggung jawab. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, mengajak mahasiswa memahami bahwa kehidupan di universitas memberikan kebebasan berbeda dibanding saat di sekolah menengah.

Mereka memiliki lebih banyak ruang untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan sendiri, tetapi kebebasan itu juga menuntut kesiapan menghadapi konsekuensinya karena itulah bagian dari menjadi dewasa.

Perspektif mahasiswa kemudian diperluas pada dunia yang semakin terhubung melalui kolaborasi lintas negara. Kanselir Internasional President University, Prof. Ki-chan Kim, mengajak mahasiswa untuk tidak hanya membangun kekuatan diri, tetapi juga membantu orang-orang di sekitarnya berkembang.

Semangat tersebut ia kaitkan dengan hubungan Indonesia dan Korea yang menurutnya dapat saling melengkapi melalui inovasi dan kolaborasi.

Semangat kolaborasi lintas negara juga menjadi bagian penting dalam membangun masa depan kawasan. Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonalds, mendorong mahasiswa membangun koneksi lintas batas dan percaya pada kemampuan mereka menciptakan perubahan.

“Masa depan ASEAN berada di tangan generasi kalian. Bangun koneksi lintas batas agar hubungan diplomatik dapat terus dirayakan. Jangan meremehkan kemampuan kalian untuk menciptakan perubahan," ujarnya.

Kepala Kantor Koordinator Residen PBB di Indonesia, Matthew Johnson-Idan, menambahkan bahwa tantangan lintas negara membutuhkan cara berpikir yang melampaui batas negara.

Menurutnya, ketika persoalan yang bersifat regional atau global hanya dilihat secara lokal, solusi yang dihasilkan dapat keliru, baik dalam kebijakan, keputusan bisnis, maupun bidang teknis.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai bidangnya, tetapi juga perlu memahami konteks yang lebih luas dan melihat persoalan dari berbagai perspektif.

Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN, Duta Besar M.I. Derry Aman, kemudian mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Baginya, mahasiswa perlu memastikan waktu di universitas diisi dengan pengalaman yang berarti.

Ia bahkan membuka kesempatan konkret dengan menyampaikan bahwa ketika waktunya tiba, mahasiswa President University dipersilakan mengikuti program magang di kantornya.

Memasuki dunia profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa perlu membangun pengalaman, karakter, jejaring, dan kemampuan untuk terus belajar selama berada di universitas.

Rektor President University, Handa S. Abidin menyoroti lingkungan internasional sebagai bagian penting dari pengalaman mahasiswa.

“Hingga hari ini, kami memiliki mahasiswa internasional terbanyak di Indonesia,” ujarnya. Dengan mahasiswa dan alumni dari 57 negara, President University memberi kesempatan bagi mahasiswa berinteraksi dengan beragam perspektif sejak masa kuliah sebagai bekal menghadapi dunia profesional yang semakin global.

Kesiapan tersebut perlu mulai dibangun sejak mahasiswa memasuki universitas. Lanny Wijaya, Kepala Bisnis Baru untuk Pasar Indonesia di LinkedIn, mengaku kagum karena hampir seluruh mahasiswa baru yang ditemuinya telah memiliki akun LinkedIn sejak tahap moving-in. Namun menurutnya, akun tersebut baru langkah awal. Mahasiswa perlu membangun pengalaman, kemampuan bekerja dengan orang lain, dan rekam jejak yang menunjukkan bahwa mereka mampu menyelesaikan sesuatu.

Untuk membangun pengalaman itu, mahasiswa juga perlu memiliki kemauan untuk terus belajar.

Wakil Rektor Universiti Utara Malaysia, Prof. Dr. Ahmad Martadha, mengingatkan bahwa kepemimpinan dimulai dari kemauan untuk belajar, termasuk menjadi pengikut yang baik sebelum menjadi pemimpin. Ia juga menekankan pentingnya memperlakukan orang lain tanpa memandang latar belakang.

Hal serupa disampaikan Paul Luo, Co-Founder dan Direktur Utama PT Batavia Prosperindo Investama dan PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk sekaligus alumni Angkatan 2002, angkatan pertama President University. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan, menjadi pribadi yang dapat diandalkan, dan menepati janji. Menurutnya, keterampilan teknis dapat dipelajari, tetapi karakter membutuhkan waktu untuk dibangun, sementara proses belajar harus terus berjalan.

Pesan tentang kesiapan diri juga diperkuat oleh Puteri Indonesia 2026 dan Miss Supranational Asia & Oceania 2026, Agnes Aditya Rahajeng, yang mengajak mahasiswa membangun kepercayaan diri dan hubungan yang bermakna. Pendiri sekaligus Komisaris Utama PT Gunanusa Eramandiri Tbk., Gunawan Tjokro, turut memberikan perspektif mengenai pentingnya kesiapan finansial.

Melalui PREUNI 2026, President University tidak sekadar menyambut mahasiswa baru, tetapi memperkenalkan mereka pada dunia yang akan dimasuki.

Dari kebutuhan Indonesia, tantangan ASEAN dan dunia, hingga kualitas yang perlu dibangun selama masa kuliah, mahasiswa diajak melihat universitas sebagai tempat untuk mempersiapkan diri, membangun pengalaman, dan menemukan cara mereka sendiri untuk memberikan dampak.

Rangkaian PREUNI 2026 kemudian ditutup dengan pertunjukan musik yang menghadirkan HIVI!, Nadhif Basalamah, dan Dipha Barus. Perayaan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi lebih dari 2.500 mahasiswa, bukan hanya menuju gelar, tetapi menuju dunia yang menunggu kontribusi mereka.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.