Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin malam, sekitar pukul 19.55 WIB untuk menyaksikan langsung pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand.
Prabowo tiba dengan mengenakan jaket putih bertuliskan Indonesia di bagian punggung dan didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Prabowo tiba di SUGBK dengan menaiki kendaraan taktis Maung.
Kedatangan Presiden disambut oleh Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Nampak pula hadir Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto untuk menyaksikan pertandingan.
Sebelumnya, Erick beserta Presiden FIFA Gianni Infantino telah tiba lebih dulu di Stadion Utama GBK untuk mengikuti acara penutupan ajang tersebut.
Pertandingan final Indonesia melawan Thailand berlangsung pada pukul 20.00 WIB.
Sebelumnya, Prabowo menerima Infantino dan Erick Thohir di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin siang.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Infantino ke Indonesia untuk menghadiri final dan penutupan FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam kesempatan itu, Erick mengatakan Infantino secara khusus mengundang Prabowo untuk menyaksikan langsung pertandingan final di SUGBK.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Indonesia sebagai juara Grup A dengan Thailand yang menjadi juara Grup B.
Indonesia memastikan tempat di final setelah meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A. Hasil tersebut membawa Indonesia unggul dalam produktivitas gol dari Malaysia sehingga mengamankan posisi puncak grup.
Sementara itu, Thailand lebih dahulu memastikan tiket final setelah mengalahkan Pakistan dan Vietnam. Thailand kemudian kalah 1-2 dari Filipina pada pertandingan terakhir Grup B, tetapi tetap lolos sebagai juara grup.
Laga Indonesia melawan Thailand menjadi partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 yang merupakan penyelenggaraan perdana turnamen tersebut di bawah FIFA.
Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.