Jumat 02 Oct 2026 18:40 WIB

Saat ini Indonesia sudah mempunyai tanah dengan status hak milik di Makkah.

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Jawa Tengah periode 2026-2031 di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). Rosan diketahui turut menjabat Ketum Pengurus Pusat MES.

Foto: Kamran Dikamra/Republika

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Jawa Tengah periode 2026-2031 di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). Rosan diketahui turut menjabat Ketum Pengurus Pusat MES.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan, dia diperintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk melobi Pemerintah Arab Saudi agar Danantara bisa memiliki tanah lebih luas di Makkah dan Madinah. Tanah tersebut untuk kebutuhan Kampung Haji Indonesia. 

Rosan mengungkapkan, saat ini Indonesia sudah mempunyai tanah dengan status hak milik di Makkah. Luasnya mencapai puluhan hektare. Dia menyebut, hingga kini, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diizinkan Saudi untuk memiliki tanah serta bangunan di Makkah dan Madinah.

Menurut Rosan, hal itu merupakan buah dari pembicaraan antara Prabowo dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. “Dan Bapak Presiden menyampaikan ke saya, jangan berhenti di situ, coba bicara lagi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk diberikan lahan yang lebih besar dan juga lebih dekat. Karena untuk menampung sebegitu banyak (jamaah) haji dan umrah, tentunya masih kurang,” ungkap Rosan ketika memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Jawa Tengah periode 2026-2031 di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026). 

Rosan, yang saat ini turut menjabat sebagai Ketum Pengurus Pusat MES, mengungkapkan, jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai hampir dua juta orang setiap tahunnya. Sementara jumlah jamaah haji berkisar antara 220-240 ribu orang setiap tahunnya.

Dia mengungkapkan, Danantara akan segera membangun 13 tower di Kampung Haji Indonesia (KHI) di Makkah. Proses pembangunan bakal dimulai akhir tahun ini atau paling cepat pada November 2026 mendatang.

“Alhamdulillah, boleh saya sampaikan bahwa kita sudah membeli hotel sebanyak 1.461 kamar dan juga sudah membeli tanah seluas hampir 5,4 hektare yang akan dibangun 13 tower. Dan jaraknya, karena itu ada tolnya, kurang lebih 1,5 kilometer dari Masjidil Haram,” ucap Rosan.