Liputan6.com, Jakarta - Juara Liga Champions Eropa, Paris Saint-Germain (PSG), menghadapi pemenang Liga Europa, Aston Villa, dalam perebutan trofi UEFA Super Cup atau Piala Super Eropa 2026, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Red Bull Arena Salzburg ini mempertemukan dua tim dengan ambisi besar dan sejarah menarik di kompetisi Eropa.

Bagi PSG, laga ini merupakan kesempatan untuk mengklaim gelar UEFA Super Cup secara berturut-turut, menyusul kemenangan tahun lalu atas Tottenham Hotspur. Sementara itu, Aston Villa datang dengan status juara bertahan Liga Europa, menandai trofi besar pertama klub dalam tiga dekade terakhir.

Laga ini juga menjadi panggung duel dua pelatih berpengalaman asal Spanyol, Luis Enrique (PSG) dan Unai Emery (Aston Villa), yang memiliki rekam jejak tersendiri di kompetisi Eropa.

PSG Incar Gelar Ke-13 era Luis Enrique

Foto: Penampilan Apik Ousmane Dembele Bawa PSG Kukuhkan Posisi Puncak Ligue 1

Perbesar

Paris Saint-Germain berhasil memetik kemenangan dalam laga lanjutan Liga Prancis 2025/2026 saat menjamu Toulouse di Parc Des Princes, Paris, Prancis, Jumat (03/04/2026) waktu setempat. (AFP/Anne-Christine Poujoulat)

Paris Saint-Germain bertekad mengulang kejayaan Real Madrid pada tahun 2016 dan 2017 dengan meraih UEFA Super Cup dua kali berturut-turut. Tahun lalu, Les Parisiens berhasil menaklukkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di Udine.

Di bawah arahan Luis Enrique, PSG telah mengumpulkan selusin trofi sejak kedatangannya di Parc des Princes. Pelatih asal Spanyol ini kini membidik trofi ke-13 dalam pertandingan tengah pekan ini, sebelum PSG menghadapi Lens di Trophee des Champions dan memulai pertahanan gelar Ligue 1 mereka melawan Rennes pada 23 Agustus.

Meskipun masih dalam tahap penyesuaian pramusim, PSG menunjukkan ketajaman di lini serang. Mereka tercatat selalu mencetak gol dalam 28 pertandingan kompetitif terakhir sejak kekalahan derby dari Paris FC pada Januari. Dalam dua laga pramusim, PSG menelan kekalahan 0-3 dari Mallorca dan bermain imbang 1-1 melawan Manchester United.

Aston Villa Berusaha Pertahankan Rekor Sempurna

Alejandro Garnacho

Perbesar

Aksi Alejandro Garnacho dalam duel Aston Villa melawan Indonesia All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Aston Villa, yang musim lalu mencapai final Liga Europa dan mengalahkan Freiburg di Istanbul, berhasil mengangkat trofi besar pertama klub dalam 30 tahun. Namun, dua pahlawan dari malam bersejarah itu, penyerang Inggris Morgan Rogers dan kapten Belgia Youri Tielemans, telah meninggalkan klub.

Untuk mengisi kekosongan tersebut, klub Birmingham ini bergerak cepat dengan merekrut Alejandro Garnacho, Joao Gomes, dan bintang Swiss Johan Manzambi. Unai Emery, pelatih Aston Villa, memiliki rekam jejak yang kurang menguntungkan di UEFA Super Cup, setelah kalah dalam tiga percobaan sebelumnya. Salah satu kekalahan paling mencolok adalah 4-5 dari Barcelona asuhan Luis Enrique saat ia masih menukangi Sevilla.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Berbeda dengan Emery, Aston Villa memiliki rekor sempurna di UEFA Super Cup. Dalam satu-satunya penampilan mereka sebelumnya, Villa berhasil mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-1, beberapa bulan setelah memenangkan Piala Eropa 1982 dengan menundukkan Bayern.