Sugiono menyebut terdapat empat klaster utama yang menjadi fokus Kemenko PMK, yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, serta penurunan kemiskinan.
"Bapak Presiden tengah melakukan sebuah transformasi besar bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah membangun manusia Indonesia unggul. Dan inilah yang menjadi tugas kita ke depan, memastikan agenda-agenda tersebut dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran," ujar Sugiono.
Sugiono mengatakan pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun manusia Indonesia yang unggul. Sejumlah program prioritas pemerintah disebut perlu dipastikan pelaksanaannya.
Di antaranya renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan 500 sekolah raya dan 500 sekolah nasional terintegrasi, serta transformasi 100 sekolah Garuda.
Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan guru, digitalisasi pendidikan melalui penyediaan 1 juta interactive flat panel, pembangunan universitas berbasis STEM, akademi olahraga nasional, hingga penghimpunan talenta diaspora Indonesia.
Sugiono juga menyebut rencana pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri masih dalam pembahasan di Kemenko PMK.
"Intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul," katanya.
Klaster kedua yang menjadi perhatian yakni bidang kesehatan. Sugiono menyebut pemerintah mencanangkan transformasi sektor kesehatan melalui sejumlah program, termasuk renovasi 10 ribu puskesmas dan pembangunan serta revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah.
Selanjutnya, pemerintah akan memperkuat ketahanan bencana. Sugiono menilai hal ini penting mengingat Indonesia berada di wilayah ring of fire dan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana.
Upaya yang dilakukan antara lain membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui early warning system, meningkatkan kapasitas penanganan bencana, serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Klaster terakhir yakni penurunan kemiskinan. Sugiono mengatakan pemerintah akan memutus rantai kemiskinan melalui berbagai program, dengan intervensi yang diprioritaskan kepada kelompok rentan.
"Bantuan sosial dan intervensi pemerintah harus diprioritaskan pada fakir miskin dan anak yatim serta keluarga yang tidak mampu. Kemudian kelompok disabilitas dan lansia, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujar Sugiono.
Menurut Sugiono, seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari visi besar untuk membangun manusia Indonesia yang unggul. Kemenko PMK, kata dia, memiliki tugas memastikan berbagai program tersebut berjalan sesuai target.