Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan dapat menurunkan angka pengangguran di ibu kota.

“Seperti, pelaksanaan program padat karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan, dan Hutan Kota,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Tak hanya itu, program magang untuk lulusan SMA atau sederajat telah diikuti sebanyak 1.000 lulusan SMA dan sederajat yang melibatkan 107 perusahaan.

Sementara itu, pelatihan reguler juga telah terlaksana dengan total peserta 630 orang. Mobile Training Unit atau MTU yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta juga telah diikuti 2.731 peserta.

“Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta,” papar Pramono.

Dia menjelaskan, pada tahun 2026 tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin "year on year" menjadi 65,48 persen dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62,18 ribu orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta.

Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka di Jakarta menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.

Pramono juga menyebut program-program kerja sama untuk mengirim ketenagakerjaan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea, Jerman, Arab Saudi, dan sebagainya akan tetap dilanjutkan oleh Pemerintah Jakarta.

“Karena itulah yang akan memberikan ruang dan juga pengalaman bagi para pekerja dari Jakarta untuk bisa secara langsung bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Baca juga: Pramono sebut lowongan kerja padat karya sasar proyek bantalan sosial

Baca juga: DKI finalisasi teknis program padat karya untuk kurangi pengangguran

Baca juga: Jumlah pengangguran di Jakarta turun jadi 334 ribu orang

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.