Bagikan:
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat tidak membawa isu identitas suku dan etnis dalam bentrokan maut yang terjadi di kawasan Matraman, . Ia menegaskan Jakarta merupakan kota yang dibangun dari keberagaman dan tidak ingin konflik antarwarga berkembang menjadi persoalan identitas.
Bentrokan di kawasan Matraman sebelumnya menewaskan satu orang dan membuat satu warga lainnya mengalami luka berat. Peristiwa itu sempat dikaitkan dengan isu identitas kelompok tertentu yang berkembang di tengah masyarakat.
Pramono mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan koordinasi untuk menjaga situasi tetap terkendali. Ia meminta warga tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Sehingga saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Juli.
Menurut Pramono, persoalan yang terjadi di Matraman merupakan kejadian yang harus diselesaikan secara hukum, bukan diperluas menjadi konflik berbasis identitas.
"Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realitas yang ada. Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin. Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," jelasnya.
Pramono menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menginstruksikan jajaran Pemprov DKI untuk memperkuat komunikasi dengan aparat keamanan serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda di wilayah sekitar.
Ia menegaskan penyelesaian kasus tersebut sepenuhnya harus mengikuti proses hukum yang berlaku. Pemprov DKI, kata dia, mendukung langkah aparat dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan.
Selain itu, Pramono mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan yang dapat memperbesar konflik, termasuk menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
"Secara khusus sebagai Gubernur Jakarta, saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," ungkap Pramono.
BACA JUGA:
Pemprov DKI juga telah melakukan koordinasi bersama TNI dan Polri untuk menjaga keamanan pascabentrokan. Pramono berharap kondisi di lapangan tetap kondusif dan warga tidak kembali tersulut oleh isu yang berkembang.
"Jadi kami telah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, Pemerintah DKI Jakarta untuk menjaga ini agar kondusif. Karena tagline "Jaga Jakarta" ini memang kita gunakan bersama dan saya yakin mudah-mudahan sekarang ini yang di lapangan sudah mulai tenang, tidak tersulut lagi dengan hal-hal yang apa berkembang yang terjadi karena disinformasi," imbuhnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+