Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:29 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan respons terhadap kritik yang menyebut Kabinet Merah Putih terlalu banyak atau gemuk. Kepala Negara menegaskan pemerintahannya memiliki koalisi yang besar.
Baca Juga
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pengantar sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo menilai koalisi yang besar diperlukan sebagai upaya untuk menyatukan sebanyak mungkin kekuatan politik demi menjalankan pemerintahan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Baca Juga
“Koalisi kita besar. Karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” ucap Prabowo.
Prabowo menyatakan negara sebesar Indonesia memiliki dinamika politik yang besar. Namun, dengan persaingan yang keras tersebut, kursi kabinet yang tersedia terbatas.
Baca Juga
"Saya tidak mau mengulangi-ulangi mengutak-atik yang sudah lewat. Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras, kursi terbatas.
Kok ada yang senyum? Ini pemimpin partai ini sadar. Kursi terbatas, presiden hanya satu," katanya.
Ia kemudian merespons tudingan kabinet gemuk yang disebut tidak efisien. Prabowo mengingatkan luasan Indonesia setara dengan Eropa.
"Kita dituduh kabinet gemuk, iya kan? Tidak efisien. Tapi saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta, negara kita fisiknya sebesar Eropa," katanya.
Ia menambahkan, dengan luasan yang setara Indonesia, Eropa terdiri dari sekitar 30 negara. Dengan demikian, terdapat 30 kabinet di Eropa. Sementara, Indonesia hanya satu kabinet.
"Eropa itu 30 negara, ada 30 kabinet, ada 30 menteri keuangan, ada 30 panglima TNI, ada 30 jaksa agung, ada 30 Kapolri. Indonesia satu kabinet, saudara-saudara. Mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?" paparnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan kabinet saat ini, Prabowo menegaskan, pemerintahan yang dipimpinnya mampu menghadapi berbagai tantangan. Termasuk berbagai bencana yang melanda Indonesia belakangan ini.
"Dan kita mampu mengendalikan, ada bencana alam kita hadapi. Sumatra bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi apa itu? Krakatau. Karhutla kita kompak, kita hadapi. Kita tidak puas, kita belajar," tegasnya.
Digugat ke MK, Penetapan 26 Anggota Wantimpres Disebut Sudah Sesuai Konstitusi
Kebijakan Presiden Prabowo melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres) lewat Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 menuai sorotan.
VIVA.co.id
21 Oktober 2026