Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut sejumlah aktivitas tambang timah ilegal yang sebelumnya telah ditutup di Bangka Belitung.

Dikatakan Prabowo, pada akhir tahun lalu dirinya telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung dan mempertanyakan bagaimana aktivitas tambang ilegal dalam jumlah besar tersebut dapat berlangsung tanpa diketahui aparat.

"Saya minta panglima TNI dan Kapolri usut! Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan polri enggak tahu. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan mereka kalau tidak bisa tertibkan ini," ujar Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat, 14 Agustus.

Prabowo secara tegas menyampaikan jika perintah penertiban tersebut disampaikan atas nama rakyat Indonesia. Dirinya juga menekankan pentingnya keberanian seorang pemimpin dalam menindak anak buah apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Pemimpin yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri,” sambung dia.

Dikatakan Prabowo, tindakan tegas tetap harus dilakukan meski pihak yang harus ditindak merupakan bawahan yang baru saja mendapatkan kenaikan pangkat atau penghargaan.

“Kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkan pangkat harus kita tindak. Tapi demi bangsa, rakyat harus kita lakukan,” ujarnya.

Tak hanya TNI dan Polri, Prabowo juga meminta Menteri Keuangan mengusut persoalan di sektor kepabeanan. Dia turut menyoroti peran Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam mencegah penyelundupan.

“Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?” kata Prabowo.

BACA JUGA:


Prabowo menegaskan kebijakan pemerintah tidak boleh ditentukan oleh perasaan pribadi.

Menurut dia, sumpah jabatan yang telah diucapkannya mengharuskan setiap kebijakan didasarkan pada kepentingan rakyat Indonesia.

“Saya tidak bisa membiarkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia,” tandas Prabowo.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+