Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah terus mendorong percepatan revitalisasi dan penataan situs budaya sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya bangsa.
Sepanjang 2026, program tersebut mencakup lebih dari 200 titik di berbagai wilayah Indonesia.
“Percepatan revitalisasi dan penataan lebih dari 200 titik museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng dan aset budaya lainnya di Indonesia sepanjang tahun 2026,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Teddy menjelaskan, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup penguatan informasi sejarah dan pengalaman pengunjung.
Pemerintah ingin menghadirkan museum yang mampu menyampaikan perjalanan sejarah bangsa secara lebih menarik, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
“Pembaruan museum tidak hanya melalui perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penguatan narasi sejarah, alur cerita, dan tata pamer agar semakin informatif dan menarik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman interaktif juga menjadi perhatian dalam upaya pembaruan museum.
Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan cara baru bagi masyarakat untuk mengenal sejarah sekaligus meningkatkan minat kunjungan, khususnya dari kalangan generasi muda.
“Pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman interaktif untuk meningkatkan daya tarik museum, khususnya bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap sejarah dan identitas bangsa,” ucap Teddy.
Selain itu, Presiden Prabowo menaruh perhatian pada penguatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola museum.
Pemerintah juga mendorong pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi agar pelestarian warisan budaya dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola museum serta pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi sebagai bagian dari upaya menjadikan kebudayaan sebagai penggerak ekonomi baru,” tutur Teddy.
Menurut Teddy, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesinambungan sejarah dan identitas nasional.
Revitalisasi berbagai aset budaya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa agar tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Baca Juga: Survei Arawicaksa Institute: Masyarakat Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo Meski Masih Ada PR