Jumat, 17 Juli 2026 - 18:08 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang dinilainya terus memandang pesimistis terhadap kondisi Indonesia dan selalu berkiblat pada kekuatan asing.

Baca Juga

Sindiran itu disampaikan saat memaparkan berbagai capaian pemerintah di sektor energi dan hilirisasi dalam acara Panen Raya TNI untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di hadapan para petani, prajurit TNI, dan jajaran pemerintah, Prabowo menegaskan Indonesia mulai memasuki babak baru kemandirian energi. Salah satunya melalui penghentian impor solar seiring implementasi biodiesel B50 yang berbasis minyak sawit.

Baca Juga

“Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit. Jadi dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri, saudara-saudara! Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan pemerintah kini mempercepat pengembangan bahan bakar berbasis etanol. Setelah memulai program E10, pemerintah menargetkan peningkatan hingga E20 dengan membangun puluhan pabrik etanol baru.

Baca Juga

“Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brazil sudah E100. Masak Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa kan?! Bisa! Bisa! Bisa!” ujarnya.

Di tengah optimisme tersebut, Prabowo melontarkan kritik keras kepada pihak-pihak yang menurutnya terus meremehkan kemampuan bangsa sendiri dan lebih memilih mengikuti narasi asing.

“Yang enggak mau, enggak apa-apa. Duduk aja. Duduk aja nonton. Ya, tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus, Indonesia jelek, Indonesia apa? Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap ya gelap terus!” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo juga menyindir narasi pesimistis yang selama ini kerap memprediksi Indonesia akan mengalami krisis. Menurutnya, pemerintah tidak akan terpengaruh oleh pandangan tersebut dan akan tetap fokus bekerja mengejar target pembangunan.

“Tiap bulan Indonesia akan kolaps. Juni kolaps. Ini udah Juli. Juli kolaps, Agustus kolaps aja tuh mikirnya mikir kolaps, ya kan? Biar aja tuh. Kalau di tentara itu ada istilah: tinggalkan beri tanda, ya kan? Kita jalan terus,” pungkasnya

Halaman Selanjutnya

tvOnenews/Abdul Gani Siregar