Minggu, 12 Juli 2026 - 18:42 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan gagasan pembentukan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih telah lama muncul dalam benaknya.

Baca Juga

Bahkan, kata dia, gagasan itu sudah dipikirkan sejak puluhan tahun lalu ketika masih bertugas sebagai prajurit TNI di berbagai wilayah pedesaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Minggu, 12 Juli 2026.

Baca Juga

Presiden Prabowo mengatakan pengalaman hidup bersama masyarakat di desa-desa menjadi titik awal lahirnya konsep penguatan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Konsep Koperasi Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah puluhan tahun," kata Prabowo.

Baca Juga

Presiden Prabowo menuturkan bahwa ketika masih bertugas di militer, ia kerap ditempatkan selama berbulan-bulan di desa-desa dan daerah pegunungan.

Dalam masa penugasan tersebut, ia menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, bahkan mengalami kelaparan.

"Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena makan saya terbatas untuk kompi (pasukan) saya," jelasnya.

Dari pengalaman tersebut, lanjut Presiden Prabowo, membuatnya meyakini bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari penguatan desa. Meski Indonesia terus bergerak menjadi negara industri, pemerintah tetap harus memastikan masyarakat di lapisan paling bawah memperoleh perlindungan dan akses terhadap kegiatan ekonomi.

Menurutnya, koperasi menjadi salah satu instrumen yang paling tepat untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Namun, ia mengakui upaya membangun koperasi pada masa lalu berjalan lambat karena keterbatasan kewenangan dan akses permodalan.

Setelah menjabat sebagai presiden, kata Kepala Negara, pemerintah terlebih dahulu memperkuat sektor pertanian melalui percepatan swasembada pangan, penurunan harga pupuk, serta kenaikan harga pembelian gabah agar pendapatan petani meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Presiden Prabowo mengaku menerima laporan bahwa banyak petani tetap mengalami kesulitan ekonomi karena terjerat utang berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa tanam.

Petani kerap meminjam uang kepada rentenir dengan bunga yang sangat tinggi sehingga hasil panen tidak sepenuhnya dapat dinikmati untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Halaman Selanjutnya

Presiden Prabowo mengatakan pemerintah pun menghapus utang jutaan petani yang dinilai sudah tidak mampu dilunasi sebagai langkah awal kebijakan pada pemerintahan baru.