Moehamad Dheny Permana

| 30 Agustus 2026, 10:08 WIB

Prabowo Bahas Penyesuaian Rekrutmen Prajurit TNI untuk Suku Dayak hingga Penanganan Bencana

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. - Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, membahas sejumlah isu strategis bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta sejumlah menteri dan pejabat terkait di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

"Sore hingga malam hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediaman Hambalang, Sabtu 29 Agustus 2026," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Minggu (30/8/2026).

Salah satu hal yang dibahas adalah perkembangan penyesuaian persyaratan perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI. Presiden meminta perkembangan terkait upaya tersebut agar kesempatan untuk mengabdi sebagai prajurit dapat semakin terbuka.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar ke-35 NU Senin Pagi

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI," tulis Seskab.

Selain itu, Presiden menerima laporan perkembangan penanganan sejumlah bencana di berbagai wilayah Indonesia, termasuk penanganan pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera, juga menjadi perhatian Presiden. Kepala Negara meminta agar langkah penanganan terus diperkuat sekaligus diiringi dengan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.

Baca Juga: Dulu Beratapkan Terpal, Kini Syahrur Punya Hunian Layak: Terima Kasih Pak Prabowo

Dia menekankan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," lanjutnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden untuk terus memantau pelaksanaan kebijakan strategis pemerintah, baik dalam penguatan pertahanan dan sumber daya manusia TNI maupun dalam memastikan penanganan bencana serta perlindungan lingkungan berjalan secara cepat dan terpadu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M

S

Usai Debat Alot, Sidang Pleno IV Muktamar NU Tetapkan Iddah Politik 1 Tahun

Ini 5 Syarat Calon Ketum PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

Gus Kikin Ajak Tetap Rukun Meski Pilihan Berbeda di Muktamar NU

Asian Games: Belum Puas di Olimpiade, Veddriq Leonardo Bidik Emas di Aichi-Nagoya

Jazzscape Kembali Hadir: Ketika Jazz Menjadi Ruang untuk Berjumpa