Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau menawarkan potensi besar komoditas kelapa dalam di kawasan pesisir yang menjanjikan iklim investasi baru bagi sektor perkebunan daerah.
"Potensi kelapa dalam yang berada di wilayah pesisir kita ini sangat menjanjikan dan terbuka lebar bagi kehadiran para investor," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Samarinda, Minggu.
Pemerintah daerah saat ini terus berupaya menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor pertambangan menuju pengembangan sumber daya alam yang dapat diperbarui secara berkelanjutan.
Wujud keseriusan tersebut dibuktikan dengan masuknya dukungan perluasan kebun kelapa dalam seluas 200 hektare dari pemerintah pusat.
"Bantuan perluasan lahan kelapa dalam seluas 200 hektare ini menjadi modal berharga untuk menggiatkan kembali sektor perkebunan pesisir kita," ujarnya.
Varian tanaman kelapa pesisir ini memiliki keunggulan masa pertumbuhan yang produktif karena sudah mampu berbuah lebat pada usia tiga setengah tahun.
Pengembangan komoditas perkebunan tersebut juga diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tersebar pada 13 kecamatan dan 100 kampung di seluruh wilayah Berau.
"Melalui pendampingan program Sigap, masyarakat kita di kampung-kampung kini sudah bisa memproduksi minyak goreng lokal berbahan dasar kelapa dalam," sebut Sri Juniarsih.
Baca juga: Kaltim Pacu Hilirisasi Kelapa Dalam untuk Peningkatan PAD
Baca juga: Disbun Kaltim gandeng banyak pihak optimalkan hilirisasi kelapa dalam
Ia menjelaskan, keberadaan industri pengolahan skala rintisan kampung tersebut tentu sangat membutuhkan suntikan kemitraan modal agar mampu memproduksi olahan turunan kelapa secara lebih masif dan terstandar.
Untuk menarik minat penanam modal skala besar, pemerintah kabupaten telah meresmikan instrumen Peraturan Daerah Berau Nomor 8 Tahun 2024 tentang pemberian insentif investasi daerah.
"Regulasi terbaru ini kami buat khusus sebagai jaminan kepastian hukum sekaligus jembatan kemudahan perizinan bagi seluruh penanam modal," tegasnya.
Lanjut dia, para calon investor tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan bahan baku karena luas wilayah daratan Kabupaten Berau mendukung ekstensifikasi kebun.
Sinergi antara ketersediaan lahan luas, potensi panen melimpah, dan jaminan kemudahan berusaha ini diyakini mampu menjadikan pesisir Berau sebagai primadona agrobisnis nasional masa depan.
"Kami mengundang seluruh investor untuk berkolaborasi mengangkat kekayaan komoditas perkebunan pesisir kita agar berdaya saing tinggi secara strategis, potensial, dan berkelanjutan," tutur Sri Juniarsih.
Baca juga: Kementan salurkan 140 ribu butir benih kelapa dalam di Kalsel
Baca juga: Mentan programkan hilirisasi kelapa, tidak ada lagi ekspor gelondongan
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.