Senin, 28 September 2026 - 20:28 WIB

Serang, VIVA - Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia tidak hanya membuka peluang bagi produsen mobil. Industri pendukung, termasuk bisnis perbaikan bodi kendaraan dan cat automotive refinish, juga ikut merasakan potensi pasar yang semakin besar.

Baca Juga

Hal tersebut terlihat dari langkah PT Bintang Chemical Indonesia yang mulai membangun fasilitas produksi baru di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 20.000 metrik ton per tahun ketika beroperasi penuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembangunan fasilitas baru ini resmi dimulai melalui seremoni ground breaking pada Senin, 28 September 2026. Lokasinya berdiri di atas lahan seluas 10.800 meter persegi, dengan luas bangunan yang direncanakan sekitar 5.324 meter persegi.

Baca Juga

Salah satu produk yang akan menjadi fokus fasilitas tersebut adalah cat automotive refinish. Produk ini digunakan dalam proses perbaikan dan pengecatan kembali bodi kendaraan, termasuk mobil yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan.

Managing Director PT Bintang Chemical Indonesia, Tio Kay Hok, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas produksi perusahaan yang saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi permintaan pasar.

Baca Juga

“Pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang PT Bintang Chemical Indonesia untuk memperluas kapasitas produksi, menjawab peningkatan permintaan pasar terhadap produk kami yang saat ini belum dapat sepenuhnya dipenuhi karena keterbatasan kapasitas produksi,” ujarnya di Serang, Banten, Senin 28 September 2026.

Selain cat untuk automotive refinish, fasilitas baru tersebut juga akan memproduksi cat kayu, cat dekoratif berbasis solvent, serta specialty coating.

Bagi industri otomotif, keberadaan bisnis refinish memiliki kaitan erat dengan bertambahnya kendaraan yang beroperasi di jalan. Semakin besar populasi kendaraan, semakin luas pula kebutuhan terhadap layanan perawatan dan perbaikan ketika kendaraan mengalami kerusakan pada bagian bodi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut membuat pasar otomotif tidak hanya bergantung pada penjualan kendaraan baru. Setelah kendaraan berada di tangan konsumen, muncul kebutuhan lain seperti servis, suku cadang, perbaikan bodi, hingga pengecatan ulang.

Fasilitas baru di Cikande diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Perusahaan menargetkan pembangunan selesai pada Juli 2027, kemudian kegiatan operasional komersial dimulai pada Agustus 2027.

Halaman Selanjutnya

Lokasi Cikande dipilih dengan mempertimbangkan akses terhadap infrastruktur dan jalur distribusi. Kawasan tersebut juga memiliki akses menuju jalan tol serta dekat dengan rantai pasok bahan baku industri.