Polwan perkuat perlindungan pelajar Sekolah Rakyat Gumas cegah perundungan
Rabu, 26 Agustus 2026 19:14 WIB
Polwan Goes To School di Sekolah Rakyat Gumas di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Rabu (26/8/2026). ANTARA/HO-Polres Gumas
Kuala Kurun (ANTARA) - Polwan Polres Gunung Mas, Kalimantan Tengah, memperkuat upaya perlindungan pelajar melalui edukasi pencegahan kekerasan, perundungan, serta penggunaan media sosial secara bijak, dalam kegiatan 'Polwan Goes To School' di Sekolah Rakyat setempat.
Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi saat dihubungi awak media dari Kuala Kurun, Rabu, mengatakan kegiatan 'Polwan Goes To School' ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan.
"Selain menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan, edukasi kepada anak-anak juga merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan pencegahan melalui komunikasi yang mudah dipahami, agar informasi dapat diterima secara efektif oleh siswa," sambungnya.
Tak hanya itu, perempuan pertama yang menjadi Kapolres Gumas tersebut juga menegaskan, kepolisian ingin anak-anak memiliki pengetahuan cukup untuk melindungi diri dan berani mengatakan tidak terhadap kekerasan.
Materi pertama yang disampaikan Polwan berkaitan dengan pentingnya menjaga dan melindungi generasi bangsa dari kekerasan seksual. Para siswa diberikan pemahaman mengenai perilaku yang tidak sepatutnya diterima serta keberanian menyampaikan situasi tidak aman.
Selain kekerasan seksual, Polwan juga memberikan edukasi mengenai pencegahan kejahatan remaja, khususnya perundungan atau bullying. Siswa diajak memahami dampak perundungan dan pentingnya membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai satu sama lain.
Baca juga: Perubahan APBD Gumas 2026 prioritaskan tiga sektor
Materi berikutnya membahas penggunaan media sosial secara bijak. Siswa diingatkan berhati-hati dalam membuat maupun menyebarkan konten, serta memahami risiko kejahatan siber seperti cyberbullying dan penyebaran informasi hoaks.
Kapolres Gumas menambahkan, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola interaksi anak. Oleh karena itu, komunikasi antara kepolisian, sekolah, dan siswa perlu terus dibangun sejak dini secara berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi tidak berlangsung satu arah. Setelah penyampaian materi, Polwan membuka sesi tanya jawab sehingga siswa dapat menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan langsung mengenai materi yang disampaikan.
Melalui sesi tersebut, Polwan dapat berinteraksi lebih dekat dengan para siswa. Pendekatan komunikatif dan humanis digunakan agar materi mengenai kekerasan, bullying, dan keamanan digital lebih mudah dipahami anak-anak.
Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 menjadi momentum bagi Polwan Polres Gumas untuk memperkuat peran edukatif di tengah masyarakat, khususnya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perlindungan diri, pergaulan sehat, dan penggunaan teknologi bertanggung jawab.
"Kami berharap sinergi dengan sekolah dan masyarakat semakin kuat, sehingga program edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter," demikian Arum Sari Puspita Dewi.
Baca juga: Pemkab Gumas padukan intervensi sensitif dan spesifik cegah stunting
Baca juga: Pemkab Gumas imbau sekolah sesuaikan kegiatan pembelajaran akibat karhutla
Baca juga: 289 ASN Pemkab Gumas terima Satyalancana Karya Satya
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.