Samarinda (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda bersama Otoritas Bandar Udara (Bandara) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto menggelar simulasi darurat skala penuh (full scale exercise) untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi gangguan keamanan di bandara setempat.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Hendri Umar mengatakan latihan bersama ini bertujuan menguji prosedur operasi standar (SOP) sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan situasi krisis.

"Melalui latihan bersama ini, diharapkan seluruh personel mampu bergerak cepat, tepat, dan terukur dengan tetap mengedepankan keselamatan serta pelayanan kepada masyarakat," kata Hendri Umar di Samarinda, Jumat.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan menjelaskan simulasi yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.30 WITA tersebut dipusatkan pada area sisi darat (landside) dan sisi udara (airside) bandara.

Latihan terpadu ini dirancang secara berkala untuk menguji kesiapsiagaan seluruh unsur, dokumen keamanan penerbangan, serta aspek keselamatan operasional bandara guna mengantisipasi potensi gangguan seperti aksi demonstrasi penumpang hingga kecelakaan pesawat.

"Simulasi itu tujuannya menguji tiga elemen utama, yakni bagaimana komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi kita dengan para pemangku kepentingan terkait,” ujar Kadek.

Dalam pelaksanaannya, pihak pengelola bandara menguji alur koordinasi bersama rumah sakit, dinas pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, serta unsur terkait lainnya, termasuk prosedur penanganan terhadap penumpang yang terdampak kondisi darurat.

Rangkaian latihan berskala besar ini dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu Aircraft Accident Exercise (AEE) dan Airport Security Exercise (ACE).

Tahapan AEE difokuskan pada simulasi penanganan kecelakaan pesawat yang meliputi penyelamatan korban, evakuasi medik, pemadaman api, dan pengamanan lokasi kejadian.

Sementara tahapan ACE menguji respons petugas terhadap gangguan keamanan berupa ancaman bom, penyanderaan, dan penerobosan area terbatas bandara.

Kegiatan ini melibatkan unsur gabungan dari Otoritas Bandara APT Pranoto, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran, Keamanan Penerbangan (Aviation Security/Avsec), tenaga kesehatan, serta pihak maskapai penerbangan.

Polresta Samarinda sendiri mengerahkan sejumlah satuan fungsi, antara lain Pengendalian Massa (Dalmas) Satuan Samapta, Satuan Intelkam, Satuan Reserse Kriminal, Tim Unit Reaksi Cepat (URC), Tim Negosiator, serta personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Pinang.

Seluruh rangkaian simulasi berakhir pada pukul 10.17 WITA dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar tanpa mengganggu operasional reguler bandara.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.