Tasikmalaya (ANTARA) - Kepolisian Resor Tasikmalaya menurunkan tim untuk mengedukasi kalangan pelajar dengan mendatangi langsung sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menyampaikan tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara bijak, cerdas, aman, dan etis.

"Edukasi ini diberikan agar para siswa tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman untuk menggunakan AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab," kata Kepala Seksi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari saat kegiatan Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Paham AI di SMKN 1 Puspahiang, Tasikmalaya, Kamis.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut merupakan instruksi pimpinan untuk mendatangi sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat di Kabupaten Tasikmalaya agar mendapatkan pemahaman tentang perkembangan AI.

Teknologi digital saat ini, kata dia, telah melahirkan kecerdasan buatan, namun perkembangan itu bisa menjadi dua sisi positif maupun negatif, tergantung bagaimana menggunakannya.

"Kepolisian turun tangan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan para pelajar tak hanya menjadi penonton pasif di tengah derasnya arus modernisasi, tetapi juga pengguna yang beretika," katanya.

Ia mengatakan, kalangan pelajar harus memahami hal yang paling dasar untuk memanfaatkan kecerdasan buatan itu agar menjadi sesuatu yang memberikan manfaat untuk kehidupannya.

Adanya teknologi kecerdasan buatan itu, kata dia, telah memudahkan anak muda berstatus pelajar menyelesaikan tugas sekolahnya yang bisa dibuat dalam hitungan detik, untuk itu penting menjaga literasi digital.

"AI memang menawarkan kemudahan luar biasa untuk mendukung proses belajar dan memantik kreativitas, tapi harus memiliki pemahaman etis, karena bisa berpotensi memicu ketergantungan hingga penyalahgunaan informasi," katanya.

Triana menyampaikan, program Polres Tasikmalaya itu sebagai bentuk komitmen untuk mendorong peningkatan literasi digital secara berkelanjutan di lingkungan sekolah, dan mengingatkan siswa agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang dihasilkan dari sistem kecerdasan buatan.

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan itu, kata dia, dapat digunakan sebagai mitra dalam membantu mengeksplorasi ide, bukan sebaliknya mengganti proses berpikir.

"Generasi muda harus mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis, produktif, dan siap menghadapi tantangan era digital," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.