Polres Kotim ungkap penyebab kebakaran SMAN 1 Cempaga
Rabu, 30 September 2026 23:23 WIB
Polres Kotim ungkap dugaan penyebab kebakaran di SMAN 1 Cempaga, Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-Polres Kotim
Sampit (ANTARA) - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengungkap dugaan sumber api yang menyebabkan kebakaran di SMAN 1 Cempaga, Kecamatan Cempaga, pada Minggu (27/9) dini hari, yakni akibat korsleting listrik pada kulkas di ruang wakil kepala sekolah.
“Untuk penyebab kebakaran di SMAN 1 Cempaga ini adalah dari korsleting listrik pada kulkas yang berada di ruang wakil kepala sekolah,” kata Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Sugiharso di Sampit, Rabu.
Hal tersebut ia sampaikan dalam gelaran pers rilis yang dilaksanakan di halaman Mako Polres Kotim didampingi Kasi Humas Polres Kotim Edi Walujo dan jajaran.
Sugiharso menjelaskan, korsleting tersebut diduga terjadi karena kulkas dalam kondisi tetap terhubung dengan sumber listrik. Selain itu, kondisi perangkat yang telah digunakan selama beberapa tahun turut menjadi perhatian dalam penyelidikan kepolisian.
Kulkas yang diduga menjadi titik awal kebakaran tersebut diperkirakan telah berusia sekitar empat tahun. Peralatan itu juga disebut tidak pernah dicabut dari aliran listrik sehingga terus berada dalam kondisi menyala atau terhubung.
“Kulkas kan tidak pernah dicabut itu, jadi menancap terus. Jadi kebakaran dari itu meledak,” ujarnya.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut kemudian meluas dan menghanguskan sejumlah bangunan di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan awal, terdapat lima ruangan yang terdampak langsung oleh kobaran api.
Bangunan yang terbakar terdiri atas tiga ruang kelas, satu ruang wakil kepala sekolah dan satu ruang guru. Tidak hanya bangunan, berbagai fasilitas serta aset milik pemerintah yang berada di dalam ruangan juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan.
Besarnya dampak kebakaran membuat nilai kerugian yang ditimbulkan cukup signifikan. Kepolisian memperkirakan kerugian sementara mencapai sekitar Rp1,5 miliar, khususnya terhadap aset pemerintah yang terdampak dalam kejadian tersebut.
“Kerugiannya adalah Rp1,5 miliar untuk kerugian yang merupakan aset pemerintah, aset negara ini,” ungkap Sugiharso.
Meski dugaan sumber api telah diketahui melalui hasil olah TKP, kepolisian belum menutup proses penyelidikan.
Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian yang berkaitan dengan kebakaran tersebut.
Polres Kotim juga masih mendalami pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kondisi dan penggunaan fasilitas di ruangan yang menjadi titik awal kebakaran. Pemeriksaan diperlukan sebelum kepolisian menentukan langkah hukum lebih lanjut.
“Untuk sementara kita masih penyelidikan untuk pertanggungjawabannya. Dari unsur mens rea nanti masih kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” demikian Sugiharso.
Baca juga: Penertiban oleh Satpol PP Kotim ungkap kisah pilu tunawisma korban rudapaksa
Baca juga: Tinjau jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu, Komisi IV DPRD Kalteng dititipi aspirasi tiga desa
Baca juga: DPRD Kotim dorong percepatan pembangunan kembali SMAN 1 Cempaga
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.