Cimahi (ANTARA) - Polres Cimahi, Jawa Barat, menggandeng pengemudi ojek online (ojol) untuk meningkatkan partisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya.

Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi di Cimahi, Jumat, mengatakan pengemudi ojol merupakan salah satu mitra strategis kepolisian karena aktivitas mereka menjangkau berbagai wilayah, termasuk pada malam hari.

"Tujuannya adalah untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang partisipasi pengelolaan kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi," katanya

Ia mengatakan silaturahmi kamtibmas antara Polres Cimahi dan komunitas ojol tersebut diharapkan dapat memperkuat kemitraan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Menurut dia, pengemudi ojol yang beraktivitas hingga malam hari memiliki peran penting dalam membantu kepolisian mengetahui kondisi keamanan maupun potensi gangguan kamtibmas di lapangan.

"Kami imbau untuk menggunakan layanan call center kami, yaitu 110. Insya Allah ketika layanan itu digunakan maka kami akan merespons informasi atau kejadian yang dilaporkan oleh teman-teman ojek online," ujarnya.

Faruk mengingatkan pengemudi ojol agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan aktivitas pada malam hari, terutama ketika menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan.

Ia menyebut informasi dari masyarakat, termasuk pengemudi ojol dapat membantu kepolisian merespons lebih cepat berbagai kondisi yang terjadi di wilayah hukum Polres Cimahi.

Selain gangguan kamtibmas, pengemudi ojol juga diimbau melaporkan kondisi lain seperti kemacetan atau kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian melalui layanan darurat 110.

"Alhamdulillah tadi kerja sama berjalan dengan baik, dan mudah-mudahan dengan adanya pertemuan silaturahmi ini, ke depan kemitraan kami dengan teman-teman sahabat ojek online dalam hal mengelola kamtibmas bisa ditingkatkan," kata Faruk.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.