Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru memperkuat pembasahan lahan gambut yang terbakar di Jalan Sempati Ujung, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk mencegah munculnya kembali api dari bawah permukaan tanah.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda di Banjarbaru, Senin, turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif sekaligus menyemprotkan air ke sejumlah titik lahan yang masih mengeluarkan asap.

“Untuk nyala api sudah bisa kita kendalikan. Tapi karena ini lahan gambut jadi kita masih ada pembasahan sehingga air itu bisa meresap sampai ke dasar yang paling bawah sehingga bisa mematikan api yang bergerak di bawah tanah,” ujar Pius.

Menurut dia, meskipun kobaran api telah berhasil dikendalikan, beberapa titik masih mengeluarkan asap akibat pergerakan api di bawah permukaan tanah gambut. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pembasahan secara berulang.

Polres Banjarbaru menyiagakan sekitar satu peleton atau 30 personel setiap hari secara bergantian untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di wilayah Landasan Ulin yang menjadi salah satu lokasi terdampak.

“Kita juga membangun posko di depan bergabung sama BPBD, kemudian dari Brimob, pembagian area juga dilakukan agar pemadaman lebih fokus dan efektif,” katanya.

Pius mengatakan, pembagian area pemadaman diperlukan agar personel gabungan dapat mengantisipasi titik api yang berpotensi muncul kembali, sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan kepulan asap dari dalam lahan.

Selain kepolisian dan BPBD, penanganan melibatkan personel Brimob, TNI, relawan serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Sinergi tersebut diarahkan untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak asap terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tidak membakar hutan dan lahan, mengingat musim kemarau ini masih diprediksi sampai September-Oktober,” tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan melalui layanan Call Center 110 Polres Banjarbaru maupun Polda Kalsel. Langkah cepat dari masyarakat dinilai penting untuk mencegah api berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.

Pius berharap kolaborasi seluruh unsur dapat menjaga karhutla di Banjarbaru tetap terkendali, terutama selama musim kemarau masih berlangsung, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu asap akibat kebakaran lahan.

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.