Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Personel Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan respons cepat laporan masyarakat terkait dengan dugaan adanya titik api kebakaran lahan di Teluk Limau, Kecamatan Parittiga.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak di Mentok, Sabtu, mengatakan respons cepat dilakukan personel bersama polsek setempat dengan datang langsung ke lokasi guna memastikan setiap informasi masyarakat terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kita menerima laporan sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung kita kerahkan personel bersama petugas bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek Jebus langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan," katanya.
Sekitar pukul 09.50 WIB, petugas tiba dan melakukan penelusuran, dengan hasil ditemukan titik api di kawasan yang dilaporkan masyarakat.
Bersamaan dengan perjalanan menuju lokasi, pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektor agar bisa bersama-sama melakukan tindakan penanganan yang cepat dan tepat.
"Kita pastikan setiap laporan masyarakat menjadi perhatian, dalam hal ini para personel langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi dan melakukan langkah penanganan bersama unsur terkait," ujarnya.
Penanganan karhutla di lokasi itu kemudian melibatkan Satgas Karhutla Kecamatan Parittiga yang dibantu perangkat Desa Teluk Limau, kepala dusun, dan warga setempat.
"Penanganan cepat kita lakukan agar kebakaran tidak meluas, kita juga berupaya memberikan edukasi untuk mencegah karhutla sekaligus memastikan keamanan masyarakat dan lingkungan sekitar," katanya.
Polres Bangka Barat juga terus mendorong jajaran bhabinkamtibmas untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait dengan bahaya pembakaran hutan dan lahan.
"Masyarakat kami minta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melapor apabila menemukan titik api," katanya.
Sebelumnya, tim gabungan juga berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas dua hektare di kawasan Pantai Jerangkat, Jebus.
Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengimbau warga tidak mengambil cara cepat membuka lahan dengan membakar karena saat ini kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
"Mari kita cegah bersama, jangan sampai karena ingin cara yang cepat dan murah justru menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan harta benda, kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," katanya.
Ia meminta masyarakat segera melapor kepada bhabinkamtibmas atau pusat layanan polisi 110 jika menemukan titik api atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan.
Para personel bhabinkamtibmas juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pencegahan karhutla.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.