Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung, melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah lokasi pesisir yang rawan menjadi lokasi pengiriman ilegal timah keluar pulau.
"Tadi malam personel kita melakukan patroli di beberapa lokasi di Kecamatan Tempilang, "jalur tikus" yang kita pantau dinilai rawan dimanfaatkan untuk pengiriman timah keluar Pulau Bangka," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak di Mentok, Kamis.
Pemantauan tersebut dilakukan personel Satpolairud Polres Bangka Barat dengan menyasar kawasan pesisir, seperti Pantai Sika, Sungai Baiti dan sejumlah akses jalan kampung yang dapat dilalui kendaraan menuju kawasan pesisir.
Pengawasan itu merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah jalur-jalur alternatif dimanfaatkan sebagai akses penyelundupan pasir timah.
"Pengawasan tidak hanya dilakukan di pelabuhan resmi, tetapi juga menyasar jalur-jalur alternatif atau biasa disebut jalan tikus dan kawasan pesisir yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan penyelundupan," ujarnya.
Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan pemantauan penting dilakukan karena akses jalan yang langsung menuju pesisir dapat menjadi jalur alternatif untuk mengangkut barang tanpa melalui pemeriksaan, seperti yang dilakukan petugas di jalur resmi.
Dalam kegiatan itu, personel melakukan pengecekan di sepanjang pesisir Pantai Sika, kawasan Sungai Baiti dan beberapa jalan alternatif yang dapat dilalui kendaraan menuju pantai.
"Kami terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang dinilai rawan dengan tujuan mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jalur tidak resmi untuk melakukan penyelundupan atau pengiriman timah keluar daerah tanpa izin," ujarnya.
Kepala Satuan Polairud Polres Bangka Barat Iptu Yudi Lasmono memastikan personel terus meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan di wilayah pesisir, khususnya lokasi yang memiliki akses langsung menuju perairan dan sulit terpantau dari jalur utama.
Hasil pemantauan pada Rabu (19/8) malam tidak ditemukan aktivitas maupun kegiatan mencurigakan yang mengarah pada dugaan penyelundupan pasir timah.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan jalur-jalur alternatif untuk mengangkut maupun menyelundupkan pasir timah secara ilegal.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di kawasan pesisir yang diduga berkaitan dengan penyelundupan pasir timah.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.