Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung meminta warga meningkatkan kewaspadaan kemungkinan serangan buaya seiring kemunculan satwa liar tersebut di Pantai Baru, Mentok.
"Kami mendapatkan informasi adanya kemunculan buaya di pantai tersebut dan hari ini kita lakukan cek lokasi sekaligus memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama," kata Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso di Mentok, Selasa.
Pemantauan lokasi dilaksanakan para personel Satuan Polisi Perairan dan Udara dengan datang langsung ke lokasi sesuai informasi yang ramai beredar di media sosial sejak Minggu (20/9) mengenai dugaan kemunculan buaya di perairan Pantai Baru yang berdekatan dengan Kawasan wisata Pantai Baturakit, Mentok.
Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas belum menemukan keberadaan buaya sebagaimana informasi yang beredar.
"Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menghindari aktivitas di perairan tersebut, misalnya aktivitas mandi maupun kegiatan lainnya yang berisiko," katanya.
Menurut dia, upaya menghindari aktivitas di perairan tersebut perlu dipatuhi sampai situasi dinyatakan aman, karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
"Kami mengimbau warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di perairan tersebut,” ujarnya.
Warga diminta untuk tidak panik, meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan sendiri jika kebetulan menemukan keberadaan satwa liar tersebut.
"Segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan buaya tersebut, saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kemampuan dalam penanganan dan penangkapan satwa liar tersebut dan siap menindaklanjuti apabila nanti keberadaan buaya itu kembali ditemukan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.